CEO Nvidia Jensen Huang mengungkapkan perusahaan telah menemukan peluang pasar baru yang belum pernah dirambah sebelumnya.

Nilai potensial pasar tersebut diperkirakan mencapai 200 miliar dollar AS atau sekitar Rp 3.400 triliun.

>>> Huawei Siapkan Strategi Baru Kembangkan Chip Mandiri Melalui Scaling Law

Langkah Nvidia untuk menggarap pasar ini bertumpu pada prosesor unit pemrosesan pusat (CPU) terbaru bernama Vera.

Huang menyebut Vera sebagai CPU pertama di dunia yang dibangun khusus untuk agentic AI.

Agentic AI merujuk pada kecerdasan buatan yang tidak sekadar merespons obrolan, tetapi juga mampu mengeksekusi tugas beruntun serta mengoperasikan software secara mandiri.

Pergeseran Arsitektur Komputasi

Menurut informasi dari Techcrunch, terdapat pergeseran arsitektur mendasar antara fungsi GPU dan CPU dalam ekosistem AI terbaru.

GPU seperti Blackwell dan Rubin difokuskan untuk menangani aspek penalaran pada model AI.

Sementara itu, CPU Vera akan bertugas memproses perintah, mengeksekusi tugas secara fisik maupun digital, dan mengelola alat yang digunakan oleh agen AI.

Berbeda dengan produk Intel atau AMD yang dirancang untuk multi-core multitasking, Vera dioptimalkan khusus untuk kecepatan pemrosesan token informasi.

>>> Harga AMD RX 9070 XT Anjlok di Bawah MSRP di Jepang

Huang memprediksi dalam waktu dekat akan ada miliaran agen otonom serta robot fisik yang beroperasi seperti pengguna komputer manusia.

Kondisi ini memicu pembangunan ulang infrastruktur komputasi secara masif di seluruh dunia.

Saat ini, setiap perusahaan penyedia cloud raksasa dan perakit sistem utama dunia dilaporkan telah menjalin kemitraan dengan Nvidia untuk menggelar teknologi tersebut.

Pencapaian Penjualan dan Rekor Pendapatan

Penjualan chip CPU Vera diklaim telah mencapai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp 340 triliun sepanjang tahun ini.

Pencapaian tersebut menjadi indikasi pertumbuhan pesat pasar komputasi otonom.

Pengumuman ini bertepatan dengan performa keuangan Nvidia yang membukukan rekor pendapatan kuartal terbaru sebesar 81,6 miliar dollar AS.

Manajemen memproyeksikan pendapatan akan naik hingga 91 miliar dollar AS pada kuartal mendatang.

>>> The Resurrection of the Christ: Jadwal Tayang, Sinopsis, dan Daftar Pemain

Untuk mendukung ekosistem ini, Nvidia merancang Rubin sebagai platform terintegrasi yang terdiri atas enam chip utama yang bekerja bersama menyerupai satu superkomputer AI.