Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, menyoroti masih adanya pola pikir yang keliru dalam pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia.

Menurutnya, banyak orang tua dan pelatih sekolah sepak bola (SSB) belum siap menerima kekalahan secara sehat dalam kompetisi.

>>> Malut United Terlempar ke Peringkat Keenam BRI Super League

Indra menilai pembinaan usia dini tidak hanya fokus pada teknik, tetapi juga pembentukan mentalitas kompetitif sejak awal.

Juara Bukan Hal yang Haram di Usia Muda

Indra menegaskan bahwa anggapan pemain usia dini tidak perlu mengejar gelar juara adalah pemahaman yang keliru.

Ia mengatakan jiwa kompetitif harus ditanamkan sejak anak-anak masih di level pembinaan dasar.

"Kan banyak orang bilang enggak penting juara di usia muda. Bukan itu harusnya.

Jiwa kompetitif itu harus ditanamkan dari usia muda. Harus selalu jadi yang terbaik.

Itu kan masalah mentality," ujar Indra melalui kanal YouTube One Corner tvOneNews.

Pelatih berusia 63 tahun itu menyebut pihak yang kerap merusak esensi kompetisi justru datang dari kalangan orang dewasa, bukan anak-anak.

"Di kita itu, yang banyak merusak justru orang-orang dewasanya, bukan anak-anaknya," sambungnya.

Indra mempertanyakan logika yang melarang anak-anak mengejar prestasi di usia muda.

"Masa sih anak-anak dilarang untuk juara? 'Eh, kamu gak perlu juara'.

Ini gak boleh dong. Kompetisi itu ya untuk mencari yang terbaik," ujarnya.

>>> Real Madrid Siapkan Siasat Barter Pemain Demi Jon Martin

Ia menambahkan, "Cuman orang dewasa banyak membuat hal-hal itu menjadi negatif. Pencurian umur, menghalalkan segala cara itu yang gak boleh.

Tapi kalau ditanya bolehkah dia juara? Ya boleh dong."