Pancu juga memuji perkembangan infrastruktur latihan modern milik Rapid saat ini.

Ia menganggap fasilitas tersebut setara dengan klub raksasa Real Madrid, jauh berbeda dibandingkan masa lalunya saat melatih di fasilitas seadanya di Regie.

>>> Como Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya Usai Kalahkan Cremonese

“Saya, sebagai pemain dan pelatih, hanya merugi di Rapid, tetapi ada kerinduan yang memanggil saya. Sekarang kondisinya juga mendukung.

Saya pernah melatih Rapid di tempat yang memprihatinkan, di Regie, dan sekarang saya merasa seperti tiba di Real Madrid, dari segi infrastruktur.

Ini bonus dan mengimbangi klausul,” sebut Pancu.

Pancu menambahkan bahwa keputusan meninggalkan CFR sudah bulat dan proses pemutusan hubungan kerja tersebut kini tinggal menyisakan formalitas administrasi.

“Dalam dua hari saya harus memutuskan masa depan saya, dan masa depan saya sebagian besar akan terkait dengan Rapid.

Mungkin ada juga tawaran dari luar,” ujarnya.

Kritik dan Rencana Perombakan Skuad

Rencana penunjukan Pancu langsung memicu kritik tajam dari pengamat sepak bola Marian Iancu. Ia menilai langkah manajemen ini dapat memicu konflik internal besar di dalam tubuh klub.

“Bagaimana membangun kembali Rapid dengan skuad pemain biasa-biasa saja, melengkapinya, dan merestrukturisasi klub yang gagal secara administratif dengan Pancu sebagai pelatih?

Ini seperti dinamit dengan sumbu pendek yang sudah menyala bahkan sebelum kontrak ditandatangani! Skandal, itulah yang Anda tandatangani!

Saya sudah membaca kalian!” tulis Marian Iancu di media sosial pribadinya.

Berdasarkan laporan as. ro, kedatangan Pancu diprediksi membawa perombakan besar dalam skuad.

Alex Dobre, Marian Aioani, dan Denis Ciobotariu dikabarkan masuk dalam daftar hitam.

>>> Gagal ke Liga Champions, Pemilik AC Milan Siap Copot Allegri dan Direktur

Sementara itu, kontrak Elvir Koljic dan Jakub Hromada tidak akan diperpanjang, serta peminjaman Daniel Paraschiv dari Real Oviedo dipastikan berakhir tanpa aktivasi klausul pembelian.