Como berhasil lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub setelah meraih kemenangan telak 4-1 atas Cremonese pada Senin (25/5/2026) dini hari WIB.

Kepastian tersebut didapat setelah AC Milan mengalami kekalahan di San Siro, yang membuka jalan bagi Como menuju kompetisi antarklub elite Eropa.

>>> Derry City vs Shelbourne: Waspada Gangguan Lalu Lintas di Stadion Brandywell

Perjalanan Como ke Liga Champions

Hasil ini sekaligus memastikan Cremonese terdegradasi. Sementara itu, pelatih Como, Cesc Fabregas, sukses membawa klubnya mencetak sejarah baru.

Dua tahun lalu, Fabregas membawa tim ini promosi dari Serie B. Kini, ia berhasil mengantarkan mereka ke Liga Champions.

Keberhasilan Como diraih dengan mengandalkan skuad muda. Sebanyak 15 pemain di dalam tim saat ini berusia di bawah 23 tahun.

Fabregas mengungkapkan kepuasan atas komitmen para pemainnya. "Saya selalu punya perasaan terhadap banyak hal, bahkan ketika membuat pergantian pemain," katanya.

Keyakinan untuk lolos sudah muncul sebelum pertandingan krusial melawan Parma.

"Sehari sebelum melawan Parma, saya merasa bahwa jika kami meraih dua kemenangan, kami akan lolos ke Liga Champions," imbuh Fabregas.

Pelatih berusia 39 tahun tersebut memberikan motivasi kepada pemain lewat analogi olahraga lain.

"Saya menunjukkan video seorang pembalap sepeda yang berada di posisi keenam, tetapi dia terus mengayuh pada sprint terakhir dan akhirnya memenangkan balapan," ungkapnya.

Sikap pantang menyerah itu menjadi kunci konsistensi performa tim sepanjang musim. "Itulah yang kami lakukan musim ini," lanjut Fabregas.

Skuad Como sempat melewati periode sulit, termasuk dua kekalahan dan satu hasil imbang saat berhadapan dengan Udinese.

"Kami tahu harus merangkai kemenangan beruntun, tetapi perasaan kami selalu sama: kami masih ada dalam perlombaan," ucap Fabregas.