Fabregas mengabaikan pemantauan skor pertandingan tim lain saat laga timnya berlangsung. "Pencapaian ini ada di level paling atas karena cara kami meraihnya," ujarnya.

Kerja keras para pemain di lapangan menjadi penentu kesuksesan strategi tim pelatih. "Mereka mau mendengarkan, selalu ingin berkembang, dan menaikkan standar pada saat yang tepat," kata Fabregas.

Fabregas menegaskan peran staf kepelatihan hanya memberikan arahan teknis. "Kami sebagai pelatih hanya mencoba mendorong mereka, memberi pilihan, memberi tahu di mana ruang kosong berada.

Tetapi, merekalah yang melakukannya di lapangan," tuturnya.

Dedikasi untuk Masyarakat Como

Kesuksesan ini dipersembahkan untuk seluruh masyarakat pendukung Como. "Saya sangat bahagia untuk masyarakat Como karena mereka pantas merasakan kebahagiaan ini," kata Fabregas.

Kondisi fasilitas olahraga Como saat awal kedatangan Fabregas di Serie B sangat memprihatinkan.

>>> Salford City vs Notts County: Final Play-off League Two di Wembley

"Saya selalu mengatakan bahwa saya harus membuat banyak keputusan di sini karena saya praktis diberi kunci untuk mengurus seluruh sisi sepak bola klub," ungkapnya.

Klub bahkan belum memiliki pusat latihan mandiri yang representatif. "Hampir tidak ada apa-apa ketika kami memulai," ujarnya.

Proses pemulihan fisik pemain pada masa lalu dilakukan di lokasi tidak biasa.

"Waktu itu kami bahkan tidak punya tempat latihan, jadi pijat dilakukan di atas meja di ruang belakang sebuah bar," kenang Fabregas.

Kini, transformasi masif terjadi dalam kurun waktu singkat. "Sekarang kami bermain di Liga Champions," ucap Fabregas.

Perkembangan karier kepelatihan Fabregas selama 2,5 tahun di Como berjalan pesat berkat dukungan staf.

"Ini baru 2,5 tahun karier saya sebagai pelatih, jadi saya berterima kasih kepada staf yang terus mendorong dan menginspirasi saya," katanya.