>>> Indra Sjafri Ungkap Lima Pilar Pembinaan Bakat Muda Sepak Bola

Dia menjelaskan alasannya, dan saya juga menjelaskan mengapa saya merasa pantas dipertahankan. Kami setuju untuk tidak setuju, tapi pada akhirnya dialah yang punya kuasa," jelasnya.

"Saya menyukai Pep sebelum kejadian itu, dan saya masih menyukainya sekarang. Kami telah bekerja sama, berbicara bersama, dan bertemu lagi setelah itu.

Tapi saya merasa cukup baik untuk setidaknya diberi kesempatan," ujar Hart.

Meski sempat terdepak, Hart tidak menyimpan dendam. "Itu sepak bola, itu hidup.

Saya tidak menyimpan kebencian dan tidak melihat ada masalah dengan itu. Hidup saya terus berjalan.

Saya mendapat banyak kesempatan luar biasa dan masih memiliki karier hebat setelah meninggalkan Manchester City," katanya.

Hart juga menyampaikan rasa terima kasih kepada klub. "Saya akan selalu bersyukur atas semua yang saya dapatkan di Manchester City.

Saya sering ditanya, 'Bagaimana perasaanmu tentang Manchester City?' Apakah karena satu momen buruk saya harus melupakan semua momen indah bersama klub ini?"

ujarnya.

"Saya menghargai Pep sebagai manusia. Dia melakukan apa yang dia pikir harus dilakukan dan mengatakan apa yang ingin dia katakan.

Tapi saya masih menantikan untuk berjabat tangan dengannya dan mendoakan yang terbaik," imbuh Hart, yang telah pensiun sejak akhir musim 2023/2024.

>>> Pawai Juara Persib Bandung Ricuh, Pemain dan Wali Kota Beri Evaluasi

Sikap Hart menuai pujian dari penggemar di media sosial. Kedewasaannya dinilai mencerminkan statusnya sebagai legenda sejati Manchester City.