Indra Sjafri tetap aktif dalam dunia sepak bola meski tidak lagi menjabat sebagai pelatih tim nasional.

Juru taktik asal Sumatera Barat ini melakukan safari ke berbagai daerah untuk memberikan coaching clinic kepada pesepak bola muda.

>>> Pawai Juara Persib Bandung Ricuh, Pemain dan Wali Kota Beri Evaluasi

Rekam jejak Indra Sjafri mencatat kesuksesan membawa Timnas Indonesia U-19 meraih dua trofi Piala AFF U-19, menjuarai Piala AFF U-23, serta mempersembahkan medali emas SEA Games.

Namun, kegagalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 membuatnya kehilangan posisi pelatih dan jabatan Direktur Teknik PSSI.

Kepedulian terhadap masa depan sepak bola nasional tetap menjadi fokus utama Indra Sjafri. Melalui saluran YouTube One Corner tvOneNews, ia menguraikan kegelisahannya terkait pembinaan generasi penerus.

"Indonesia butuh pemain masa depan dan itu harus disiapkan yang jauh lebih berkualitas dari yang ada sekarang.

Karena dengan kualitas yang ada sekarang ditambah akselerasi dengan merekrut pemain naturalisasi, kita belum bisa berprestasi," kata Indra Sjafri.

Lima Pilar Pembinaan Usia Dini

Menurut Indra Sjafri, terdapat lima pilar utama yang wajib berjalan secara beriringan dan sinergis.

Kelima pilar itu adalah penyiapan infrastruktur, kurikulum, jumlah dan kualitas pelatih, pengembangan pemain sesuai tahapan, serta kompetisi yang berkualitas.

"Lima komponen ini harus dijalankan, harus ada sinergi, dan harus berbarengan," tandasnya.

Ketersediaan sarana dan prasarana dinilai masih menjadi tantangan besar. Peningkatan satu elemen saja tidak akan cukup tanpa didukung perbaikan fasilitas penunjang.

"Enggak bisa satu-satu. Kompetisi tanpa lapangan yang bagus enggak bisa.

>>> Timnas Indonesia Resmi Tunjuk Ronnie Barrie sebagai Manajer Perlengkapan

Banyak orang selalu bilang kompetisi, kompetisi, kompetisi. Jadi lima-limanya harus berbarengan," ujarnya.