Arak-arakan kemenangan Persib Bandung di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pada Minggu (24/5/2026), berlangsung ricuh dan kurang tertib.

Kepadatan massa pendukung membuat rombongan tim Maung Bandung tertahan. Para pemain dan pelatih terpaksa turun dari bus dan berjalan kaki menuju Pendopo Bandung dengan pengawalan ketat.

>>> Tottenham Sepakati Kontrak Marcos Senesi Usai Amankan Posisi Liga Primer

Aksi saling dorong tak terhindarkan. Pemain belakang asing, Frans Putros, kehilangan telepon selulernya di tengah kerumunan.

Gelandang Persib, Dedi Kusnandar, mengaku kecewa dengan situasi tersebut. "Mungkin semua bisa melihat kemarin kurang tertib.

Pasti ada kekecewaan dari pemain, tapi ya itu ke depannya bisa jadi pembelajaran," ujarnya.

Ia berharap manajemen dan penyelenggara memperbaiki manajemen kerumunan.

"Mudah-mudahan dengan kejadian ini harus belajar dari pengalaman, mudah-mudahan bisa juara lagi tahun depan, bisa jadi pembelajaran ke depannya agar lebih terkoordinasi," lanjut Dedi.

Pesta kemenangan berlanjut ke kediaman Manajer Persib, Umuh Muchtar, di Tanjung Sari, Sumedang, pada Senin (25/5/2026).

>>> Wayne Rooney Kritik Guard of Honour Manchester City di Tengah Laga

Marc Klok dan rekan setimnya absen karena kelelahan usai pawai.

Dedi tetap bangga dengan antusiasme bobotoh.

"Kita tahu animo bobotoh seperti apa jadi situasi seperti ini kita sudah tahu, sangat luar biasa animo antusiasme bobotoh perayaan juara ini sangat besar.

Jadi sangat bangga sebagai pemain Persib dengan animo seperti ini," katanya.

Ia meminta bobotoh tetap menjaga ketertiban dan keselamatan.

"Saya titip buat bobotoh, boleh kita merayakan tapi jaga ketertiban, jaga keselamatan, karena itu yang paling penting," ucap Dedi.

>>> Trauma Pascakonvoi, Pemain Persib Bandung Batal Hadiri Syukuran

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta maaf kepada warga jika konvoi juara Persib mengganggu aktivitas masyarakat.