CEO Xbox yang baru diangkat, Asha Sharma, kini bergabung dengan Federal Reserve AS sebagai penasihat di bidang kecerdasan buatan (AI).

Penunjukan ini diumumkan melalui siaran pers resmi pemerintah AS. Fed membentuk lima gugus tugas yang masing-masing dipimpin oleh tim penasihat eksternal.

>>> Akane-banashi, Gachiakuta, Sonic: Strategi Jepang Dekati Penggemar Global

Sharma ditempatkan di gugus tugas Produktivitas dan Pekerjaan. Tugasnya adalah menilai dampak ekonomi dari teknologi serba guna baru, termasuk AI, untuk membantu kebijakan Fed.

Fed menyatakan memilih para ekonom, pemimpin bisnis, dan mantan praktisi bank sentral yang berpengalaman untuk memimpin gugus tugas tersebut.

Sharma menjadi satu-satunya CEO aktif yang bergabung dalam gugus tugas ini. Mantan presiden dan CEO Walmart, Doug McMillion, juga ditunjuk sebagai penasihat untuk gugus tugas Data.

>>> 10 Rekomendasi Game PS1 Klasik yang Wajib Dikoleksi Sebelum PlayStation Store Ditutup

Langkah ini menarik perhatian karena baru pekan ini Sharma mengumumkan pemutusan hubungan kerja massal di Xbox. Sebanyak 3.200 karyawan akan terkena dampak hingga tahun fiskal 2027.

Sharma baru menjabat sebagai CEO Xbox selama beberapa bulan. Sebelumnya ia menjabat presiden grup produk CoreAI di Microsoft, yang kemungkinan menjadi dasar pengalaman AI-nya.

>>> 10 Kota Paling Membahagiakan bagi Ekspatriat pada 2026

Gugus tugas ini akan memberikan masukan kepada Federal Open Market Committee (FOMC) dalam merumuskan kebijakan ekonomi.