Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengakui kesalahan terbesarnya selama menangani klub adalah menyingkirkan Joe Hart pada 2016. Pengakuan itu disampaikan Guardiola dalam wawancara dengan Sky Sports.

Guardiola mengambil keputusan tersebut setelah penampilan buruk Hart bersama Timnas Inggris di Euro 2016.

>>> PSBS Biak Degradasi, Pelatih Sebut Tunggakan Gaji Jadi Penyebab

Ia meragukan kemampuan distribusi bola Hart yang hanya memiliki akurasi umpan 52,6 persen pada musim sebelumnya.

Hart hanya tampil sekali di bawah asuhan Guardiola, yaitu di kualifikasi Liga Champions melawan Steaua Bucharest. Setelah itu, ia dipinjamkan ke Torino dan kemudian dijual permanen.

Penyesalan Guardiola

Hampir satu dekade berselang, Guardiola mengungkapkan penyesalannya.

"Saya punya satu penyesalan yang saya simpan selama bertahun-tahun, yaitu saya tidak memberi Joe Hart kesempatan untuk bersama saya dan membuktikan seberapa baik dia sebagai kiper," ujarnya.

"Saya seharusnya melakukannya. Bukan berarti saya tidak menghormati Claudio atau Ederson yang datang setelahnya karena mereka sangat penting.

Tapi saat itu, saya seharusnya bisa berkata, 'Oke Joe, mari kita coba bersama. Jika benar-benar tidak berhasil, maka kita ganti,'" imbuh Guardiola.

"Hidup berjalan seperti itu. Terkadang saya harus membuat keputusan, dan terkadang saya tidak cukup adil," tambahnya.

Tanggapan Joe Hart

Menjelang pertandingan terakhir Man City musim ini melawan Aston Villa, Hart memberikan tanggapan saat menjadi pengamat sepak bola.

Ia mengaku terkejut mendengar pengakuan Guardiola.

"Pertama-tama, saya benar-benar tidak menduganya. Dan mungkin ini lebih berarti bagi saya dari yang saya kira," kata Hart.

Hart menegaskan hubungannya dengan Guardiola baik-baik saja. "Kami berjabat tangan 10 tahun lalu ketika dia mengatakan saya bukan opsi yang dia inginkan.