Pengiriman ponsel pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia melonjak hingga 320 persen pada kuartal pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan ini terjadi di tengah lesunya pasar smartphone global yang justru mengalami penurunan.

>>> Update Harga Samsung Galaxy S Series Terbaru, Mana Flagship Paling Worth It?

Dominasi Pasar China

Data dari lembaga riset Canalys menunjukkan pertumbuhan luar biasa di sektor ponsel AI tersebut. Laporan ini dilansir dari Selular melalui publikasi China Daily pada Jumat, 22 Mei.

Pasar domestik China mencatat sejarah baru karena volume pengiriman perangkat AI telah melampaui jenis non-AI.

Gawai dengan fitur pintar ini mendominasi dengan kontribusi lebih dari 53 persen dari total pengiriman smartphone di negara tersebut.

Penurunan Pasar Global

Sementara itu, pasar smartphone global secara umum menunjukkan tren melemah.

Data Counterpoint Research mengungkapkan bahwa pengiriman smartphone dunia merosot sebesar 6 persen pada kuartal pertama 2026, mengakhiri pertumbuhan beruntun selama 10 kuartal.

>>> Infinix Hot 70 Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai 6000 mAh

Penurunan juga melanda kawasan China dengan koreksi pengiriman smartphone sebesar 3,3 persen menjadi 69,01 juta unit.

Strategi Produsen Besar

Untuk mengatasi situasi tersebut, para produsen besar kini memanfaatkan teknologi AI sebagai strategi baru menarik minat konsumen.

Apple mulai mengintegrasikan AI untuk pembuatan ringkasan pesan, sementara Samsung mengandalkan fitur lingkaran pencarian objek di layar.

Huawei memfokuskan pengembangan pada asisten memo suara, dan iQOO merilis seri iQOO15T dengan cip Dimensity 9500 Monster Edition demi fitur e-sports berbasis AI bagi pengguna muda.

Pergeseran minat ini dipicu oleh kejenuhan pasar terhadap pembaruan fitur perangkat keras konvensional.

>>> Samsung Resmi Jual Smartphone Refurbished Premium di India

Analis menilai kecerdasan buatan memberikan energi baru karena dorongan spesifikasi kamera besar, layar cerah, maupun daya tahan baterai tidak lagi cukup untuk menggerakkan industri smartphone yang mulai matang.