Audi secara resmi mengakhiri era mobil global yang dirancang untuk memuaskan semua pasar sekaligus. Strategi satu ukuran untuk semua dinilai sudah tidak lagi relevan.

Rouven Mohr, Chief Technical Officer Audi, mengatakan bahwa tidak ada satu model pun yang bisa memenangkan hati konsumen di Amerika Utara, Eropa, dan China secara bersamaan.

>>> Penjualan Nissan Z dan Leaf Anjlok, Crossover Selamatkan Q2

Selera pasar sudah terlalu berbeda.

Sebagai langkah konkret, Audi mendirikan merek AUDI di China bersama SAIC untuk membangun mobil yang dirancang khusus bagi pembeli lokal.

Model-model tersebut akan fokus pada teknologi dan sistem self-driving canggih.

Di China, konsumen menginginkan mobil yang seperti smartphone beroda, dengan layar besar dan fitur otonom.

>>> Kia Cetak Rekor Penjualan Juni dan Semester Pertama Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sementara itu, pembeli di Eropa lebih menyukai kontrol fisik, tombol, dan sakelar, serta tidak terlalu bergantung pada layar.

Percepatan Pengembangan Model Baru

Dengan tidak lagi fokus pada mobil global, Audi dapat mempercepat pengembangan produk. Mereka menerapkan "kecepatan China" melalui "project houses" yang memberi akses langsung tim pengembangan ke dewan direksi.

Pendekatan ini telah membantu Audi meluncurkan Nuvolari edisi terbatas, penerus spiritual Audi R8 dengan mesin V8 hybrid twin-turbo dari Lamborghini Temerario.

>>> VW Dikabarkan Hentikan Proyek Mobil Otonom dengan Bosch, Rugi Rp27 Triliun

Selanjutnya, versi produksi dari Concept C akan menggantikan Audi TT.