Proses analisis pasca-pemecatan dilakukan secara objektif bersama manajemen klub lamanya. "Sepenuhnya tanpa emosi," kata Maassen.

>>> Liverpool Kantongi Modal Empat Kemenangan Telak Jelang Jamu Brentford

Pengalaman di kasta tertinggi sepak bola Jerman tersebut dinilai memberikan banyak pelajaran berharga. Maassen menganggap langkah tersebut sudah tepat meski situasi yang dihadapi kala itu tidak mudah.

"Jika dilihat ke belakang, bisa dikatakan bahwa bagi saya sebagai pelatih muda, itu adalah langkah yang tepat menuju salah satu liga teratas, tetapi karena situasinya tidak mudah.

Saya mengambil banyak pelajaran darinya," ujar Maassen.

Keberhasilan Maassen di luar negeri mengikuti jejak para mantan pelatih Bundesliga lainnya seperti Pellegrino Matarazzo, Oliver Glasner, dan Hansi Flick.

Mereka sukses meraih trofi bersama klub masing-masing.

Maassen kemudian menjelaskan dinamika tren kepindahan para pelatih ke luar Jerman. "Saya tahu bahwa banyak klub lebih memikirkan tipe pelatih yang cocok untuk mereka.

Dan sebagai pelatih, kita juga banyak berpikir tentang di mana kita cocok. Atau hal-hal apa yang belum saya lakukan.

Bagi saya, itu adalah klub ambisius dengan lingkungan yang stabil dan budaya penggemar yang baik," jelas Maassen.

Langkah serupa ke luar negeri juga akan diambil oleh rekannya, Edin Terzic, yang dijadwalkan bakal mengambil alih kursi kepelatihan di klub Spanyol, Athletic Bilbao.

Maassen memberikan apresiasi personal terhadap koleganya tersebut.

"Edin adalah orang yang hebat dan pribadi yang luar biasa, yang sangat cocok dengan klub itu," tutur Maassen.

Maassen sendiri menunjukkan komitmen jangka panjang setelah menandatangani perpanjangan kontrak bersama FC St Gallen pada Januari lalu. Kontrak tersebut mengikatnya hingga tahun 2028 mendatang.

>>> Arsenal Hadapi Crystal Palace di Laga Pamungkas Premier League

"Saya ingin meninggalkan jejak di sini," tegas Maassen.