Petinju Ukraina Oleksandr Usyk kini dihadapkan pada kewajiban melawan Agit Kabayel, petinju Jerman berdarah Kurdi.

Pertarungan wajib ini harus dijalani Usyk sebelum ia bisa melaksanakan klausul laga ulang melawan Rico Verhoeven.

>>> Direktur Umum Ajax Kecewa Tim Gagal Tampil di Stadion ArenA

Kepastian duel tersebut muncul setelah Usyk mempertahankan rekor tak terkalahkannya menjadi 25-0-0 (16 KO) di Giza, Mesir.

Dalam laga itu, Usyk sempat mendapat perlawanan ketat dari Verhoeven yang memiliki postur lebih besar dan pergerakan cepat.

Verhoeven, yang baru menjalani pertandingan profesional keduanya, mampu mengimbangi sang juara bertahan hingga skor sama kuat 76-76 pada ronde kedelapan.

Petinju Belanda itu sempat limbung di ronde keempat setelah Usyk mengalihkan sasaran ke badan, namun ia bangkit dan menekan balik di ronde kesembilan.

Pertarungan berakhir di ronde ke-11 setelah pukulan uppercut kanan Usyk mendarat di dagu Verhoeven, membuatnya tersungkur ke tali ring.

>>> Sembilan Wakil Indonesia Bertolak Menuju Singapore Open 2026

Wasit Mark Lyson menghentikan duel demi keselamatan Verhoeven yang terus menerima pukulan lanjutan, memastikan kemenangan TKO bagi Usyk.

“Saya rasa pertarungan dihentikan terlalu cepat. Saya ingin wasit membiarkan kami bertarung hingga bel berbunyi.

Tapi bukan saya yang memutuskan,” ujar Verhoeven, dikutip The Ring.

Kekalahan ini membuat rekor Verhoeven menjadi 1-1-0 (1 KO).

>>> Nicolo Bulega Desak Ducati Beri Kursi MotoGP Usai Rekor 19 Kemenangan

Meski kedua pihak sepakat mengadakan pertandingan ulang sesuai klausul kontrak, Usyk wajib menyelesaikan tantangan dari Kabayel terlebih dahulu.