Petinju Oleksandr Usyk sukses mempertahankan sabuk juara kelas berat WBC dan gelar 'super' WBA setelah menang TKO atas Rico Verhoeven dalam duel di Giza, Mesir, pada Sabtu, 24 Mei 2026.

Kemenangan petinju asal Ukraina itu dipastikan setelah wasit secara kontroversial menghentikan pertandingan pada detik-detik terakhir ronde ke-11.

>>> Real Madrid Incar Michael Olise atas Permintaan Jose Mourinho

Penghentian terjadi tepat setelah Verhoeven dijatuhkan lewat pukulan uppercut kiri yang tajam.

Keputusan wasit memicu perdebatan. Menurut laporan dari bbc.

com dan espn.

com, ketiga hakim laga sebenarnya mencatat keunggulan tipis bagi Verhoeven dengan skor 95-95, 95-95, dan 96-94 saat laga disudahi.

Hasil ini membuat rekor tak terkalahkan Usyk yang kini berusia 39 tahun bertambah menjadi 25-0.

Bagi Verhoeven, ini menjadi catatan minor dalam laga kembalinya ke ring tinju profesional sejak 2014.

Usyk mengakui pertarungan berjalan sangat sengit. "This fight was hard.

It was a good fight," ujarnya.

Usyk langsung mendapatkan tantangan baru dari penantang wajib yang naik ke atas ring tepat setelah duel kontroversial selesai.

>>> Sun Life Gelar Hoops Health Youth Basketball Festival 2026 di Jakarta

"Let's do it, no problem. I am ready, brother," balas Usyk.

Di sisi lain, Verhoeven menyayangkan keputusan wasit yang dinilai terlalu terburu-buru.

"I wanted the referee to let me go out on my shield or let me go in the 12th.

I felt we were pretty even on the scorecards," kata petinju penantang berusia 37 tahun itu.

Legenda kickboxing tersebut tetap bangga atas performanya. "I am super proud of my performance, and hopefully the boxing world embraces me as a boxer.

I am amazingly happy to be here," ucap Verhoeven.

Tantangan baru dilayangkan oleh penantang wajib WBC, Agit Kabayel. "I have waited so long for this fight.

I am ready and I think Germany is ready for the fight. Let's do it in a German stadium.

I think all the fans want it," tutur Kabayel.

>>> Sirkuit Mugello Bersiap Gelar Balapan MotoGP Italia 2026 Pekan Depan

Pernyataan Kabayel yang menginginkan laga di stadion Jerman disambut positif oleh Usyk. Duel perebutan gelar selanjutnya berpotensi besar digelar di negara tersebut.