Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Bencana terjadi pada Minggu (24/5/2026) akibat curah hujan ekstrem yang mencapai 215 mm per hari di kawasan Lintau Buo.

>>> Masjid Raya Pekanbaru Latih 400 Pengurus Takmir Standardisasi Sembelih Halal

Hujan deras menyebabkan luapan sejumlah sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri.

Fokus Pemulihan Infrastruktur

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memulihkan konektivitas dan fungsi irigasi.

"Irigasi dan jalan yang rusak akibat bencana kemarin penanganannya kini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat, sesuai Instruksi Presiden," ujar Menteri Dody.

Ia menambahkan bahwa perbaikan irigasi harus diprioritaskan karena saat ini sudah memasuki musim tanam.

>>> Jogja Run D-City Sukses Digelar, Peserta Berdatangan dari Luar Kota

Dampak Bencana

Bencana ini berdampak pada tujuh kecamatan dan 16 nagari.

Kerusakan fisik meliputi 12 ruas jalan rusak berat, 13 ruas jalan rusak ringan, enam jembatan putus, serta kerusakan fasilitas ibadah dan permukiman.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang telah menurunkan tiga unit ekskavator, material bronjong, dan pipa HDPE untuk memperkuat tebing sungai dan mencegah banjir susulan.

>>> Usia Cuma Angka, Pria 59 Tahun Ini Sikat Race Run 10K Jogja Run D-City

Kementerian PU bersama pemerintah setempat kini melakukan inventarisasi kerusakan menyeluruh untuk menyusun rencana penanganan jangka menengah hingga panjang, termasuk pengendalian sedimentasi dan kapasitas alur sungai.