Kominfo Blokir 500 Aplikasi Penghasil Uang Palsu Sepanjang Tahun Ini
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir lebih dari 500 aplikasi penghasil uang palsu hingga Mei 2026.
Langkah tegas ini diambil setelah ditemukan maraknya platform ilegal yang merugikan pengguna digital.
>>> Qureate Ungkap Alasan Karakter Dada Kecil Berisiko di Game Seksi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat aplikasi bodong berkedok imbalan mencapai Rp45 miliar. Modus penipuan sering memanfaatkan iming-iming pencairan instan ke dompet digital.
Masyarakat semakin mempertanyakan efektivitas platform tersebut. Pertanyaan seperti "apakah aplikasi penghasil uang benar membayar" menjadi salah satu topik pencarian paling sering diajukan.
Pemerintah meminta masyarakat mengenali ciri-ciri aplikasi penghasil uang penipuan. Sebagian besar platform ilegal mewajibkan pengguna menonton iklan tanpa batas atau melakukan deposit uang terlebih dahulu.
Nilai kerugian total yang mencapai puluhan miliar rupiah memicu pengetatan regulasi di toko aplikasi. Banyak platform menyamar sebagai permainan kasual namun menyisipkan sistem skema Ponzi.
Kominfo bersama OJK mengeluarkan imbauan resmi terkait fenomena ini. Regulasi diperketat demi melindungi konsumen dari aplikasi tanpa izin resmi operasional.
"Tidak ada aplikasi legal yang menawarkan penghasilan fantastis seperti klaim jutaan rupiah per hari tanpa upaya nyata dari pengguna," tulis OJK dan Kominfo dalam keterangan resmi.
Penghasilan rata-rata pengguna aktif dari aplikasi sah berkisar Rp10.000 hingga Rp100.000 per hari. Jumlah tersebut bergantung pada alokasi waktu, konsistensi, dan ketersediaan misi harian.
Masyarakat diminta beralih ke aplikasi survei berbayar atau platform riset yang sudah terbukti memiliki rekam jejak valid.
Salah satu contoh platform survei lokal yang tercatat memiliki izin adalah Jakpat.
Platform survei asal Indonesia itu memiliki lebih dari 2 juta responden aktif di berbagai wilayah.
Update Terbaru
Angin Puting Beliung Hisap Pria dari Apartemen Lantai 12 di China
Rabu / 08-07-2026, 03:35 WIB
IO Interactive Kembali Pegang Penuh Proyek RPG Online Setelah Xbox Dikabarkan Tarik Pendanaan
Rabu / 08-07-2026, 03:35 WIB
Film Avatar Aang: The Last Airbender Rilis Lebih Awal di Streaming Usai Bocor
Rabu / 08-07-2026, 03:35 WIB
Anime Ghost in the Shell Baru Umumkan Pengisi Suara Jepang
Rabu / 08-07-2026, 03:33 WIB
Kerusuhan Geng Narkoba di Penjara Sri Lanka, 25 Tewas
Rabu / 08-07-2026, 03:33 WIB
Messi Menangis Haru Usai Jadi Pahlawan Kemenangan Argentina atas Mesir
Rabu / 08-07-2026, 03:33 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Siapkan Lahan Penampungan Sementara
Rabu / 08-07-2026, 03:28 WIB
Senator AS Bernie Sanders Kritik PHK Xbox di Tengah Laba Microsoft Rp1.600 Triliun
Rabu / 08-07-2026, 03:28 WIB
Anime Reborn as a Space Mercenary Umumkan Lagu Tema dari FLOW dan ASTERISM
Rabu / 08-07-2026, 03:22 WIB
SEKAI NO OWARI Rilis Video Musik Kolaborasi untuk Opening Theme Jaadugar: A Witch in Mongolia
Rabu / 08-07-2026, 03:22 WIB
18 Karakter Anime yang Bisa Mengalahkan Sung Jin-Woo, Diurutkan Berdasarkan Prestasi
Rabu / 08-07-2026, 03:22 WIB
Trump Siap Cabut Sanksi dan Buka Jalan Penjualan F-35 ke Turki, Israel Protes
Rabu / 08-07-2026, 03:21 WIB
Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein Renovasi 10 Rumah Janda Usai Lagu Viral
Rabu / 08-07-2026, 03:21 WIB
Gunakan Fake GPS untuk Absen, 577 ASN Pemkab Cirebon Terancam Sanksi Disiplin
Rabu / 08-07-2026, 03:21 WIB







