Ambisi China menghadirkan kartu grafis lokal yang mampu bersaing dengan Nvidia, AMD, dan Intel menunjukkan perkembangan baru.

Versi ritel GPU buatan Lisuan Technology, LX 7G100, kini telah diuji coba oleh publik.

>>> Sinopsis Shotgun Wedding, Tayang di Bioskop Trans TV 23 Mei 2026

Pengujian model Founder Edition di platform BiliBili memperlihatkan kartu grafis berkapasitas 12GB ini sanggup mengoperasikan sejumlah game modern.

Langkah tersebut menjadi pencapaian penting bagi Lisuan Technology yang merancang perangkat keras, arsitektur, driver, hingga tumpukan perangkat lunak secara mandiri.

Kendati menunjukkan kemajuan dibanding versi purwarupa, produk ini menghadapi kendala besar dalam rasio harga berbanding performa. LX 7G100 dipasarkan sekitar 3.300 Yuan atau setara USD 480.

Spesifikasi dan Performa

Secara tertulis, LX 7G100 membawa spesifikasi modern untuk kelasnya.

Kartu grafis ini dibekali memori 12GB GDDR6 serta empat port DisplayPort 1.4a yang mendukung output visual hingga resolusi HDR 8K 60Hz.

Perangkat keras ini juga mendukung penuh berbagai API utama, meliputi DirectX 12, Vulkan 1.3, OpenGL 4.6, dan OpenCL 3.0.

Dalam uji sintetis lewat 3DMark, performa LX 7G100 berada di kisaran atau sedikit di atas RTX 3060. Namun, kemampuan pengolahan grafisnya menurun saat digunakan untuk game secara langsung.

Saat menguji Cyberpunk 2077 pada resolusi 1080p dengan FSR3 Quality, kartu ini menghasilkan rata-rata 88 fps.

>>> Linus Torvalds Keluhkan AI Penyebab Laporan Bug Kernel Linux Kacau

Angka tersebut di bawah RTX 4060 yang mencetak 232 fps dan Intel Arc B580 dengan 243 fps.

Pengujian pada Black Myth: Wukong hanya menghasilkan performa sekitar 56 fps. Untuk Forza Horizon 5, frame rate tertahan di 48 fps meski menggunakan konfigurasi grafis Low.