PT Toyota-Astra Motor (TAM) mencatat lonjakan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk Toyota Veloz Hybrid hingga lebih dari 10.000 unit.

Angka ini terhitung sejak model tersebut diperkenalkan pada November tahun lalu.

>>> Aston Martin DB9 Disulap dengan Mesin Corvette V8 dan Semburan Api

Marketing Director TAM Bansar Maduma mengapresiasi respons positif konsumen Indonesia. "Sejak kami perkenalkan di November tahun lalu, hingga bulan kemarin SPK sudah lebih dari 10 ribu.

Itu pencapaian baik buat kami," ujarnya.

Faktor Pendorong Lonjakan

Kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi yang diterapkan Pertamina sejak 4 Mei 2026 menjadi faktor utama. Bansar menjelaskan bahwa konsumen kini semakin cerdas memilih kendaraan efisien.

"Mereka memikirkan kebutuhan masing-masing, bukan hanya penggunaan dalam kota tapi juga luar kota," kata Bansar saat ditemui di Jakarta.

Menurut Bansar, lonjakan harga BBM menuntut fungsionalitas tinggi dari mobil harian.

"Itu merupakan kepercayaan customer Indonesia terhadap produk kami, dan berimpak juga terhadap kejadian sekarang di mana harga fuel naik," tambahnya.

Data Penjualan Veloz Hybrid

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), akumulasi grosir kendaraan hibrida ekonomis Toyota mencapai 5.531 unit pada Januari–April 2026.

Veloz V HEV berkontribusi 3.996 unit atau sekitar 72,2 persen.

Rincian distribusi Veloz V HEV: Februari 77 unit, Maret 1.567 unit, April 2.352 unit.

Pada April 2026, Veloz Hybrid mendistribusikan 3.262 unit, mengungguli BYD M6 yang berbasis listrik murni dengan 2.472 unit.

>>> VinFast Mulai Jual Motor Listrik EVO Termurah di Indonesia

Model Hybrid Lain Ikut Meningkat

Tren pertumbuhan juga terjadi pada lini kendaraan hibrida Toyota lainnya.

"Kami melihat tren kenaikan khususnya di mobil hybrid kami, bukan hanya Veloz tapi juga model lain seperti Toyota Zenix Hybrid," ungkap Bansar.