Kenaikan harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina sejak 4 Mei 2026 memicu perubahan perilaku konsumen. Masyarakat kini lebih mengutamakan efisiensi bahan bakar dalam memilih kendaraan.

Pemesanan Toyota Veloz Hybrid melonjak hingga menembus 10.000 unit per Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan penerimaan pasar yang tinggi terhadap kendaraan ramah lingkungan.

>>> Toyota Veloz Hybrid Catat Lonjakan Pemesanan hingga Sepuluh Ribu Unit

Pemicu Lonjakan Pemesanan

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, mengapresiasi penerimaan Veloz Hybrid. Ia menyebut pemesanan (SPK) telah melebihi 10.000 unit sejak diperkenalkan November 2025.

Bansar menilai kondisi ekonomi domestik dan global yang penuh tantangan membuat konsumen lebih selektif. Konsumen cenderung memilih kendaraan yang akomodatif namun efisien untuk mobilitas harian.

"Nah customer juga sekarang sudah semakin smart untuk memilih kendaraan yang lebih efisien. Namun lebih efisien, pastinya mereka juga memikirkan sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing," kata Bansar.

Faktor pembengkakan pengeluaran akibat lonjakan harga BBM mempercepat pergeseran minat ke kendaraan hibrida. Bansar menegaskan hal ini berdampak langsung pada peningkatan penjualan hybrid Toyota.

Penjualan Hybrid Toyota Meningkat

Tren kenaikan tidak hanya terjadi pada Veloz Hybrid. Model lain seperti Toyota Zenix Hybrid juga mencatat peningkatan penjualan signifikan.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan grosir (wholesales) Veloz V HEV mencapai 3.996 unit pada Januari-April 2026. Model ini menjadi penyokong utama segmen hybrid murah Toyota.

Secara akumulatif, total penjualan grosir lini kendaraan hybrid Toyota mencapai 16.181 unit dalam empat bulan pertama 2026.

Angka tersebut menyumbang 34,1 persen dari total penjualan hybrid nasional.

>>> Aston Martin DB9 Disulap dengan Mesin Corvette V8 dan Semburan Api