Keresahan masyarakat akibat maraknya aksi begal di Jakarta Barat memicu reaksi dari DPRD DKI Jakarta.

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, mendorong pemetaan titik rawan kriminalitas di wilayah tersebut.

>>> Cara Aktifkan TikTok PayLater Terkini 2026, Limit hingga Rp25 Juta

Langkah ini diambil menyusul julukan "Gotham City" yang disematkan warganet kepada Jakarta Barat di media sosial. Kenneth menilai sebutan itu menjadi alarm bagi semua pemangku kepentingan.

"Kalau masyarakat sampai menyebut Jakarta Barat sebagai 'Gotham City', ini tentu menjadi alarm bagi kita semua.

Artinya ada rasa takut dan keresahan yang benar-benar dirasakan warga," ujar Kenneth dalam pertemuan Ngobrol Bareng Forkopimko (NGOPI) di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (22/5/2026).

Pertemuan lintas sektor itu digagas Kenneth untuk mengintegrasikan pengamanan antara pemerintah, aparat hukum, swasta, dan masyarakat.

Ia mengapresiasi respons cepat Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Kapolres, Dandim, dan jajaran Forkopimko.

Pemetaan Titik Rawan dan Patroli Ekstra

Kenneth meminta pemetaan detail terhadap lokasi-lokasi yang rawan begal. Area dengan minim penerangan jalan menjadi prioritas karena sering dijadikan sasaran pelaku kejahatan.

>>> PLN Sebut Gangguan Cuaca Picu Blackout Massal di Sumatera

"Dengan pemetaan tersebut, aparat kepolisian bisa melakukan patroli rutin dan penjagaan ekstra pada jam-jam rawan. Kehadiran aparat di lapangan sangat penting untuk memberikan efek pencegahan," kata Kenneth.

Selain patroli, ia mendorong optimalisasi teknologi pengawasan melalui pemasangan CCTV.

Pengadaan kamera pengawas bisa menggunakan skema sewa atau memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari korporasi dan BUMD.

"Pengadaan CCTV ini kalau mau lebih murah dan efisien bisa melalui skema sewa.

Jalurnya bisa lewat CSR dari pihak-pihak yang memang ingin membantu keamanan lingkungan atau bisa juga melibatkan BUMD," jelasnya.

Kenneth berharap koordinasi ini berujung pada tindakan berkelanjutan, termasuk evaluasi rutin, patroli masif, dan perbaikan fasilitas publik.

>>> Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Bengkulu Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

"Saya ingin Jakarta Barat kembali dikenal sebagai wilayah yang aman dan nyaman bagi masyarakat," tutupnya.