Data Gaikindo menunjukkan pasar hybrid nasional non-mild hybrid mencapai 6.285 unit. Sementara kategori mild hybrid menyumbang 4.527 unit pada periode yang sama.

Total pasar otomotif domestik secara wholesales mencapai 282.787 unit. Kontribusi kendaraan hybrid nasional berada di kisaran 3,8 persen.

Strategi Toyota Fokus pada Hybrid

Meski memiliki peluang memperluas portofolio kendaraan listrik, Toyota tetap fokus pada teknologi hybrid konvensional. Bansar menyatakan hybrid adalah pilihan tepat untuk saat ini.

"Kita lebih banyak varian dari Hybrid, melihat kebutuhan saat ini adalah Hybrid. Tapi tidak menutup kemungkinan menghadirkan PHEV," ujar Bansar.

PR Manager PT Toyota Astra Motor, Philardi Ogi, menjelaskan hybrid hadir sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi.

Konsumen mendapatkan efisiensi bahan bakar dan emisi lebih rendah tanpa khawatir soal charging station.

"Banyak masyarakat ingin kendaraan hemat dan ramah lingkungan, tapi belum semuanya siap langsung beralih ke EV penuh. Di situlah hybrid menjadi pilihan paling masuk akal," kata Philardi.

Sistem regenerative braking pada hybrid memungkinkan baterai terisi secara otomatis. Teknologi ini memadukan keunggulan mesin konvensional dan kendaraan listrik murni.

>>> VinFast Mulai Jual Motor Listrik EVO Termurah di Indonesia

Philardi menekankan pentingnya edukasi konsumen mengenai karakteristik kendaraan. Setiap teknologi memiliki keunggulan masing-masing sesuai kebutuhan penggunaan sehari-hari.