BMW terpaksa menghentikan produksi SUV listrik iX1 di pabrik Jerman karena kekurangan pasokan velg standar berukuran 17 dan 18 inci.

Menurut surat manajer produksi BMW kepada dealer yang dilihat Automobilwoche, stok velg cukup untuk produksi Mei, tetapi tidak untuk Juni.

>>> Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dorong Penjualan Mobil Hybrid Toyota

Penyebab masalah ini belum diungkap, namun BMW disebut sedang berkomunikasi dengan pemasok. Manajer tersebut mengakui butuh waktu untuk menyelesaikan hambatan ini.

Velg 17 dan 18 inci adalah opsi standar yang lebih murah, memberikan kenyamanan berkendara lebih baik, dan untuk EV, memberikan jangkauan listrik optimal.

Dampak pada Pelanggan

Pelanggan yang memesan iX1 dengan velg standar harus menunggu hingga Oktober untuk pengiriman, atau beralih ke velg 19 inci.

Namun, upgrade ke velg 19 inci mengharuskan pelanggan memilih paket trim yang lebih mahal, menambah biaya sekitar €1.900 ($2.100).

Selain biaya, jangkauan listrik juga berkurang.

>>> Toyota Veloz Hybrid Catat Lonjakan Pemesanan hingga Sepuluh Ribu Unit

iX1 dengan velg 17 inci memiliki jangkauan 320 mil (515 km), sementara velg 19 inci turun menjadi 316 mil (509 km), dan velg 20 inci hanya 305 mil (491 km).

Menariknya, velg 18 inci standar yang juga langka memberikan jangkauan 313 mil (504 km), sehingga hanya pelanggan yang memilih velg 17 inci tanpa biaya yang akan kehilangan jangkauan jika upgrade ke 19 inci.

Keterlambatan ini menjadi masalah serius bagi pelanggan yang menunggu berakhirnya sewa atau trade-in. Satu dealer dilaporkan menunda pengiriman iX1 hingga tiga bulan, membuat pelanggan harus mencari transportasi alternatif.

iX1 yang akan segera mendapat facelift ini merupakan model penting di Eropa, di mana penjualan mobil listrik masih meningkat.

>>> Aston Martin DB9 Disulap dengan Mesin Corvette V8 dan Semburan Api

Seorang dealer menyebut iX1 sebagai kendaraan andalan mereka.