Film terbaru Disney, "Star Wars: The Mandalorian and Grogu", resmi tayang di bioskop Amerika Serikat pada Rabu, 20 Mei 2026, setelah absen selama tujuh tahun.

Namun, penayangan perdananya mencatat pendapatan pratinjau Kamis malam terendah dalam sejarah waralaba, yaitu 12 juta dolar AS.

>>> Cara Bayar Tagihan SPayLater Secara Online dan Offline

Menurut data Comscore yang dilansir CNBC, angka ini berada di bawah rekor terendah sebelumnya yang dipegang "Solo: A Star Wars Story" pada 2018 dengan 14,1 juta dolar AS.

Analis bioskop memperkirakan film arahan Jon Favreau ini akan meraup sekitar 80 juta dolar AS pada akhir pekan pembukaan tiga hari, dan sekitar 95 juta dolar AS selama libur Memorial Day.

Beberapa pakar lain memproyeksikan pendapatan optimistis mencapai 95 juta dolar AS untuk tiga hari pertama dan 115 juta dolar AS untuk akhir pekan liburan.

Pencapaian ini menjadi pembukaan terkecil bagi sejarah sinema modern Star Wars, mengingat hanya film "Solo" yang gagal menembus 100 juta dolar AS di pasar domestik sejak 2015.

>>> Polisi Sebut Bukti Chat dan Audio Kasus Kim Soo-hyun Direkayasa

Meskipun demikian, film dengan biaya produksi sekitar 165 juta dolar AS ini memiliki ambang batas keuntungan yang lebih kecil dibanding proyek Star Wars sebelumnya yang kerap menghabiskan anggaran di atas 250 juta dolar AS.

Langkah strategis juga diambil Lucasfilm dengan tidak menyertakan adegan pasca-kredit dalam film ini demi menjaga cerita tetap mandiri dan fokus pada masa depan waralaba.

Langkah tersebut membedakan Star Wars dari formula Marvel Cinematic Universe sekaligus menjadi ujian bagi kesuksesan teatrikal masa depan Disney setelah absen sejak "The Rise of Skywalker" pada 2019.

>>> PK Entertainment Siapkan Konser ENHYPEN dan BOYNEXTDOOR di Indonesia

Di sisi lain, Disney diproyeksikan tetap meraup keuntungan besar dari peluncuran produk konsumen dan merchandise, serta pembaruan wahana Smugglers Run di taman hiburan mereka.