Sutradara Korea Lee Hwan Kyung Garap Film Gasigogi di Indonesia
Sutradara asal Korea Selatan, Lee Hwan Kyung, yang sukses menggarap film Miracle in Cell No. 7, bekerja sama dengan rumah produksi Falcon Pictures untuk memproduksi film baru berjudul Gasigogi yang berlatar di Indonesia.
Proyek layar lebar ini mengangkat tema hubungan intim antara ayah dan anak. Syuting dijadwalkan dimulai dalam beberapa bulan ke depan.
>>> Lirik Goals Lisa BLACKPINK, Anitta dan Rema Jadi Sorotan Jelang Piala Dunia 2026
Kerja sama internasional ini terjalin setelah Lee Hwan Kyung melihat adanya kesamaan visi emosional dengan Falcon Pictures.
"Untuk cerita yang begitu intim, saya mencari kemitraan yang dibangun berdasarkan resonansi emosional daripada sekadar skala komersial," ujar Lee Hwan Kyung.
Ia juga mengapresiasi integritas profesional yang ditunjukkan oleh jajaran produser yang terlibat.
"Dedikasi mereka terhadap inti pembuatan film adalah alasan mengapa Falcon Pictures adalah satu-satunya rumah untuk cerita ini," lanjutnya.
Makna Judul Gasigogi
Judul Gasigogi merujuk pada nama ikan stickleback amur, seekor pejantan kecil yang memiliki karakteristik unik karena menjaga telur-telurnya sendirian setelah ditinggalkan oleh induk betina.
Spesies ikan tersebut dikenal akan terus mengawal sarang dan menghalau predator hingga mati kelaparan, sehingga tubuhnya menjadi sumber makanan pertama bagi anak-anaknya.
>>> Profil Agassi Revano Suami Tengku Nadira Adnan yang Telah Resmi Menikah: Umur, Agama dan Akun IG
Menurut laporan Variety, Lee Hwan Kyung sebelumnya sempat menolak memproduksi narasi ini karena dinilai memberikan dampak emosional yang terlalu menyakitkan.
Jika karya terdahulunya menjadi bentuk dedikasi bagi sang putri, proyek terbaru ini diproyeksikan membawa pesan mendalam yang menyentuh aspek kekeluargaan, religi, serta ikatan sosial masyarakat Indonesia.
Produksi ini ditegaskan tidak akan sekadar memindahkan sentimen budaya Korea, melainkan sebuah karya yang berakar kuat pada adat lokal.
"Saya ingin menciptakan film yang begitu jujur dan beresonansi sehingga ketika kredit film berakhir, hal pertama yang ingin dilakukan penonton adalah menelepon ayah mereka," kata Lee Hwan Kyung.
Melalui karya sinema terbarunya ini, sang sutradara berharap dapat menyampaikan pesan emosional yang kuat mengenai pengorbanan orang tua kepada generasi muda.
"Saya ingin mereka memahami keheningan orang tua mereka sebelum terlambat," pungkasnya.
Update Terbaru
Angin Puting Beliung Hisap Pria dari Apartemen Lantai 12 di China
Rabu / 08-07-2026, 03:35 WIB
IO Interactive Kembali Pegang Penuh Proyek RPG Online Setelah Xbox Dikabarkan Tarik Pendanaan
Rabu / 08-07-2026, 03:35 WIB
Film Avatar Aang: The Last Airbender Rilis Lebih Awal di Streaming Usai Bocor
Rabu / 08-07-2026, 03:35 WIB
Anime Ghost in the Shell Baru Umumkan Pengisi Suara Jepang
Rabu / 08-07-2026, 03:33 WIB
Kerusuhan Geng Narkoba di Penjara Sri Lanka, 25 Tewas
Rabu / 08-07-2026, 03:33 WIB
Messi Menangis Haru Usai Jadi Pahlawan Kemenangan Argentina atas Mesir
Rabu / 08-07-2026, 03:33 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Siapkan Lahan Penampungan Sementara
Rabu / 08-07-2026, 03:28 WIB
Senator AS Bernie Sanders Kritik PHK Xbox di Tengah Laba Microsoft Rp1.600 Triliun
Rabu / 08-07-2026, 03:28 WIB
Anime Reborn as a Space Mercenary Umumkan Lagu Tema dari FLOW dan ASTERISM
Rabu / 08-07-2026, 03:22 WIB
SEKAI NO OWARI Rilis Video Musik Kolaborasi untuk Opening Theme Jaadugar: A Witch in Mongolia
Rabu / 08-07-2026, 03:22 WIB
18 Karakter Anime yang Bisa Mengalahkan Sung Jin-Woo, Diurutkan Berdasarkan Prestasi
Rabu / 08-07-2026, 03:22 WIB
Trump Siap Cabut Sanksi dan Buka Jalan Penjualan F-35 ke Turki, Israel Protes
Rabu / 08-07-2026, 03:21 WIB
Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein Renovasi 10 Rumah Janda Usai Lagu Viral
Rabu / 08-07-2026, 03:21 WIB
Gunakan Fake GPS untuk Absen, 577 ASN Pemkab Cirebon Terancam Sanksi Disiplin
Rabu / 08-07-2026, 03:21 WIB







