Sutradara film Miracle in Cell No. 7 (2013) versi Korea Selatan, Lee Hwan-kyung, akan menggarap film baru yang berlatar Indonesia.

Proyek ini digarap bersama Falcon Pictures dengan judul Gasigogi.

>>> Happy Asmara Goyang Panggung Jogja Financial Festival dengan 'Ngopi Maszeh'

Film ini mengisahkan tentang ayah dan hubungan orang tua dengan anak. Syuting direncanakan dimulai dalam beberapa bulan mendatang.

Kolaborasi dengan Falcon Pictures

Lee Hwan-kyung mengaku mencari kemitraan yang dibangun berdasarkan resonansi emosional, bukan sekadar skala komersial. Ia terkesan dengan komitmen produser Frederica dan HB Naveen dari Falcon Pictures.

Menurut Lee, dedikasi mereka terhadap inti pembuatan film menjadi alasan Falcon Pictures adalah satu-satunya rumah untuk cerita ini.

Hal ini diungkapkan dalam wawancara dengan Variety pada Kamis (21/5).

Makna di Balik Judul Gasigogi

Judul Gasigogi diambil dari bahasa Korea yang merujuk pada ikan Stickleback amur.

>>> Schneider Electric: AI Ubah Kebutuhan Infrastruktur Data Center

Ikan ini memiliki kebiasaan unik: pejantan menjaga telur sendirian setelah betina pergi, mengurus sarang, mengusir predator, hingga kelelahan dan menjadi makanan pertama bagi anaknya.

Ikan tersebut berukuran kecil, sekitar 6,5 hingga 9 cm, dan tersebar di Asia Timur seperti Semenanjung Korea, Jepang, dan China.

Pesan Mendalam untuk Penonton

Lee sebelumnya sempat menolak membawa cerita ini ke layar lebar karena bebannya yang menyakitkan.

Jika Miracle in Cell No. 7 adalah penghormatan untuk putrinya, Gasigogi yang berlatar Indonesia akan menyampaikan pesan mendalam tentang keluarga, agama, dan ikatan sosial.

Lee menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar transisi sentimen Korea, melainkan karya baru yang bernafas dengan paru-paru Indonesia, berakar pada tradisi bercerita lokal.

>>> IRSX Gandeng Huawei Cloud untuk Siarkan FIFA World Cup 2026

Tujuannya sederhana: menciptakan film yang jujur sehingga penonton ingin menelepon ayah mereka setelah menonton.