Jon Favreau, sutradara film "Star Wars: The Mandalorian and Grogu," menggelar konferensi pers virtual dengan media Korea, Kamis (20/5).

Ia menyampaikan ambisinya untuk menghadirkan kembali waralaba ikonik ini ke layar lebar setelah hampir tujuh tahun.

>>> Promotor Buka Penjualan Umum Tiket Konser The Weeknd Jakarta

Favreau menekankan bahwa film terbaru ini dirancang sebagai pintu masuk yang sempurna bagi penonton baru.

"Saya berharap ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan 'Star Wars' kepada orang-orang baru, sekaligus melibatkan para penggemar yang sudah ada sejak awal," ujarnya.

Film ini merupakan kelanjutan dari serial "The Mandalorian" yang pertama kali tayang pada 2019.

Ceritanya mengikuti pemburu bayaran tunggal Din Djarin (Pedro Pascal) yang beroperasi di wilayah luar galaksi. Ia kemudian menjalin ikatan dengan seorang anak bernama Grogu yang sensitif terhadap Force.

Favreau mengakui popularitas global Grogu, yang didorong oleh media sosial, menjadi alasan utama karakter ini dipilih untuk memimpin waralaba kembali ke bioskop.

"Grogu, atau Baby Yoda, sangat populer di seluruh dunia. Karakter ini terasa seperti pengalaman pertama yang baik untuk menjangkau audiens baru," katanya.

Sentuhan Klasik dan Tantangan Syuting

Untuk mempertahankan DNA waralaba yang diciptakan George Lucas 50 tahun lalu, Favreau bekerja sama dengan Dave Filoni, rekan kreatif dan penulis naskah.

Mereka memadukan cerita mitis abadi dengan efek visual mutakhir.

>>> Konser BTS di Busan Disiarkan Langsung di Bioskop Seluruh Dunia

Favreau menambahkan bahwa inti film terletak pada perkembangan emosional Din Djarin. Karakternya berubah dari pemburu bayaran dingin menjadi figur ayah yang protektif.

"Hatinya terbuka karena hubungan dengan anak itu, dan perkembangan karakter itulah yang menjadi pusat cerita," jelas Favreau.