Pimpinan Ponpes di Lubuklinggau Diduga Rudapaksa Santriwati, Korban Diminta Tutup Mulut
Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan pimpinan pondok pesantren di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, memicu sorotan publik. Seorang pria berinisial F diduga melakukan rudapaksa terhadap santriwati berusia 17 tahun.
Dugaan itu ramai dibicarakan setelah muncul unggahan di media sosial pada Jumat, 23 Mei 2026. Dalam penjelasan yang beredar, tindakan tersebut disebut bukan terjadi sekali.
Korban disebut mengalami rudapaksa sebanyak tiga kali. Selain itu, terdapat satu dugaan pelecehan fisik lain yang juga dilakukan oleh pelaku yang sama.
Informasi yang beredar menyebut korban sempat memilih diam karena mendapat tekanan dari tersangka. F disebut meminta korban tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun dengan alasan menjaga nama baik pondok pesantren yang dipimpinnya.
Dalam keterangan yang diunggah akun media sosial @sistersindanger, korban akhirnya memberanikan diri menyampaikan peristiwa tersebut kepada orang tua sebelum melapor ke pihak kepolisian.
"Tersangka F minta korban untuk tak lapor ke siapapun, karena menyangkut nama baik pesantren yang dipimpinnya. Jadinya korban merasa dilematis dan terpaksa diam," tulis akun tersebut.
Kasus ini kemudian memunculkan beragam reaksi dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mengaku prihatin karena kasus serupa disebut kerap terjadi namun korban memilih bungkam.
Akun @cangkeman24 menyinggung maraknya cerita dugaan pelecehan di lingkungan pesantren yang menurutnya sudah terdengar sejak lama.
"Dari tahun 90an sebetulnya sering dengar bahwa banyak Kyai cabul di pesantren tapi kala itu aku masih kecil dan internet belum sehebat ini. Terima kasih medsos, bisa membuka mata banyak manusia fufufu," tulisnya.
Sementara akun @marsekarl menilai korban dalam kasus semacam ini kerap berada dalam tekanan dan ketakutan.
"Banyak loh kejadian begini yang terjadi di beberapa pesantren di Indonesia, pelakunya biasanya dilindungi dengan alibi-alibi dan alasan di atas, sementara korban hidup dalam penuh ketakutan," tulis akun tersebut.
Warganet lain juga menyinggung praktik pemberian uang kepada korban agar memilih diam setelah mengalami pelecehan.
"Kadang ada guru yang melecehkan muridnya terus muridnya dikasih uang diam," tulis akun @zianiash.
Update Terbaru
Suporter Dunfermline Athletic Keliling Dunia demi Final Piala Skotlandia
Sabtu / 23-05-2026, 21:18 WIB
Shopee Campus Cup Tawarkan Hadiah Rp 100 Juta dan Konser Gratis bagi Mahasiswa
Sabtu / 23-05-2026, 21:18 WIB
Final Play-off Eredivisie: Willem II Siap Hadapi Volendam
Sabtu / 23-05-2026, 21:13 WIB
Seungmin Stray Kids Batal Tampil di The Governors Ball karena Cedera
Sabtu / 23-05-2026, 21:13 WIB
Cara Mudah Membuka Fitur DANA Cicil di Aplikasi DANA
Sabtu / 23-05-2026, 21:13 WIB
DPRD DKI Jakarta Minta Pemetaan Titik Rawan Begal di Jakarta Barat
Sabtu / 23-05-2026, 21:10 WIB
Cara Aktifkan TikTok PayLater Terkini 2026, Limit hingga Rp25 Juta
Sabtu / 23-05-2026, 21:03 WIB
Tuchel Panggil Henderson ke Piala Dunia 2026, Kritik Keane Kembali Mencuat
Sabtu / 23-05-2026, 20:58 WIB
NASA Siapkan Satelit LOXSAT untuk Uji SPBU Antariksa
Sabtu / 23-05-2026, 20:58 WIB
Bulan Perlahan Menjauh dari Bumi, Ini Dampaknya bagi Manusia
Sabtu / 23-05-2026, 20:58 WIB
Sony Resmi Luncurkan Alpha 7R VI di Indonesia, Kamera 66,8 MP untuk Profesional
Sabtu / 23-05-2026, 20:53 WIB
Madura United Bertahan di Liga Utama Usai Tekuk PSM Makassar
Sabtu / 23-05-2026, 20:48 WIB
PLN Sebut Gangguan Cuaca Picu Blackout Massal di Sumatera
Sabtu / 23-05-2026, 20:47 WIB
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Bengkulu Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami
Sabtu / 23-05-2026, 20:45 WIB






