Pengembang game Bunny Garden, Qureate, kerap menghadirkan karakter wanita dewasa dengan dada besar. Hal ini memicu pertanyaan dari para gamer mengapa tidak ada karakter berdada kecil.

Yuji Usuda, CEO Qureate sekaligus Game Producer Bunny Garden 2, memberikan penjelasan dalam wawancara dengan GameSpark. Ia memaparkan tantangan membuat game seksi di tengah regulasi yang semakin ketat.

>>> Jadwal MPL S17 Week 5: Pertandingan 24-26 April 2026

Menurut Usuda, menggambarkan karakter wanita dewasa dengan dada kecil sangat berisiko saat ini. Risiko muncul karena penggambaran tersebut dikhawatirkan memicu kesalahpahaman bahwa karakter itu masih di bawah umur.

Usuda juga menjelaskan bahwa timnya tidak bisa berbuat banyak ketika ada permintaan untuk membuat karakter berdada kecil. Pihak developer sebenarnya ingin menghadirkan lebih banyak variasi karakter.

>>> Kominfo Blokir 500 Aplikasi Penghasil Uang Palsu, Kerugian Capai Rp45 Miliar

Namun, pembatasan regulasi di setiap platform membuat Qureate tidak bisa sembarangan. Jika memaksakan, game mereka terancam diblokir sehingga usaha tim menjadi sia-sia.

Tim Qureate sering mendapat permintaan perubahan untuk setiap versi platform. Beberapa platform menerapkan aturan sangat ketat terhadap elemen tertentu, sementara lainnya masih memperbolehkan.

>>> Jadwal MPL ID S17 Sabtu 23 Mei 2026: Penentu Nasib Tujuh Tim

Meskipun situasi ini menambah beban kerja, Usuda tetap merasa senang. Ia menghargai pihak platform yang meminta perubahan visual terlebih dahulu daripada langsung menolak perilisan game.