Wilayah mereka kemudian ditetapkan menjadi bagian dari proyek konversi hutan dalam skala yang sangat masif.

Dokumenter ini juga mengangkat kisah Vincen Kwipalo yang merupakan warga dari suku Yei.

Ia menemukan tanah adat milik marganya telah dipatok secara sepihak dengan tulisan “Tanah Milik TNI AD”.

Kondisi tersebut memicu gerakan perlawanan dari komunitas adat setempat.

Mereka melakukan aksi pemasangan simbol salib merah sebagai bentuk penolakan atas ekspansi korporasi dan kehadiran militer di tanah leluhur mereka.

Pesta Babi memadukan rekaman langsung di lapangan dengan hasil riset investigatif yang mendalam.

Dokumenter ini memetakan hubungan timbal balik antara proyek bioenergi, industri, kekuatan militer, serta kebijakan pembangunan pemerintah pusat di Papua.

Fokus narasi film tidak sekadar mengulas persoalan degradasi lingkungan semata.

Di dalamnya tergambar jelas perjuangan mempertahankan ruang hidup masyarakat adat serta disrupsi sosial yang kini sedang mereka hadapi.

Kehadiran versi digital secara resmi ini menandai babak baru bagi pola distribusi film Pesta Babi.

>>> Yovie Widianto Ajak Generasi Muda Tidak Takut pada AI

Dokumenter yang awalnya bergerak di ruang-ruang terbatas kini mulai menjangkau spektrum penonton yang jauh lebih luas melalui ruang siber.