Otoritas Inggris mengungkap penyelundupan kokain senilai Rp137 miliar yang disembunyikan di dalam truk pengangkut produk pakaian Skims milik Kim Kardashian.

Narkoba senilai 7,2 juta euro atau sekitar US$8,4 juta itu ditemukan di Pelabuhan Harwich, Essex, pada 5 September 2025.

>>> Rahasia Diet Model Victoria's Secret: Makanan Ini Wajib Dihindari

Petugas Border Force menghentikan truk yang datang dari Hook of Holland, Belanda, menggunakan feri.

Menurut Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA), truk tersebut membawa 28 palet produk Skims yang sah.

Pemeriksaan sinar-X mendeteksi kejanggalan di badan truk. Petugas kemudian menemukan kompartemen rahasia di pintu belakang trailer yang menyembunyikan 90 paket kokain.

Setiap paket memiliki berat sekitar dua pon atau hampir satu kilogram.

Skims menegaskan perusahaan tidak mengetahui aktivitas kriminal tersebut.

"SKIMS sama sekali tidak mengetahui aktivitas kriminal ini. Kami tidak memiliki hubungan dengan operasi penyelundupan, sopir, maupun truk tersebut," kata perusahaan dalam pernyataan.

>>> 9 Benda Pembawa Sial yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Rumah

Otoritas Inggris menyebut pengiriman produk Skims itu legal dan baik eksportir maupun importir tidak terlibat.

Sopir truk, Jakub Jan Konkel (40), asal Polandia, awalnya membantah terlibat namun akhirnya mengaku bersalah.

Ia setuju mengangkut kokain dengan bayaran 4.500 euro atau sekitar Rp84 juta.

Pengadilan Chelmsford Crown Court menjatuhi hukuman 13 tahun enam bulan penjara.

Penyelidikan menemukan adanya pemberhentian selama 16 menit yang tidak dilaporkan sopir. Otoritas menduga kokain dimasukkan ke dalam truk pada waktu tersebut dengan bantuan jaringan kejahatan terorganisir.

Manajer operasi NCA, Paul Orchard, mengatakan kelompok kriminal kini kerap memanfaatkan jalur logistik legal untuk menyelundupkan narkoba lintas negara.

>>> Bethsaida Hospital Luncurkan MRI 3T Berbasis AI untuk Deteksi Penyakit Lebih Akurat

"Kelompok kriminal menggunakan sopir korup seperti Konkel untuk memindahkan narkoba yang sering disembunyikan di antara muatan legal," ujarnya.