Rien Wartia Trigina alias Erin membantah telah melakukan kekerasan atau berlaku kasar kepada asisten rumah tangga (ART) yang bekerja dengannya, termasuk Hera yang melaporkannya ke polisi.

Meski demikian, Erin tidak menutup pintu damai dengan Hera. Namun, ia enggan meminta maaf karena merasa menjadi korban fitnah.

>>> LANGUSNG BACA Lookism Chapter 608 Bahasa Indonesia, Tinggal Klik Update Terbarunya

Erin: Saya Tidak Pernah Sentuh ART

Kuasa hukum Erin, Farahnaz Maharani, mengatakan jika Erin memiliki kebiasaan kasar, ART lain di rumah pasti akan mengalaminya.

Namun, kenyataannya tidak demikian.

Erin mengaku hanya pernah menegur Hera secara verbal. "Paling cuma 'Hera sini, kamu kayak gini-gini'.

Cuma kayaknya dia ada sakit hati," ujar Erin.

Ia juga menyebut ART lain di rumahnya baik-baik saja. "Yang lain tidak mengalami hal yang serupa," tegasnya.

Enggan Minta Maaf, Pilih Jalur Hukum

Erin menolak berdamai karena merasa nama baiknya telah rusak akibat fitnah. "Tuduhan mencakar, mencekik, menendang, menodong pisau sangat keterlaluan," katanya.

>>> Polisi Nyatakan Tuduhan Kim Soo-hyun Pacaran dengan Kim Sae-ron di Bawah Umur Palsu

Ia menegaskan tidak akan meminta maaf karena berarti mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. "Saya harus mempertaruhkan keadilan.

Enggak bisa dong saya difitnah kayak begini," ujarnya.

Erin memilih menempuh proses hukum. Ia telah melaporkan Hera atas fitnah dan pencemaran nama baik ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Kronologi Kasus

Hera melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 April 2026.

Dalam laporan, Erin dituduh melakukan kekerasan fisik, seperti pemukulan, pencekikan, hingga pengancaman dengan senjata tajam di rumahnya di kawasan Bintaro.

Erin membantah keras tudingan tersebut.

>>> Polusi Satelit Mega Konstelasi Ancam Picu Perubahan Iklim Bumi

Ia mengklaim memiliki bukti CCTV dan kesaksian dari pekerja rumah tangga lain serta pihak keamanan yang membuktikan insiden itu tidak pernah terjadi.