Kepolisian Gangnam Seoul mengumumkan hasil penyelidikan terkait dugaan Kim Soo-hyun menjalin hubungan dengan Kim Sae-ron saat aktris tersebut masih di bawah umur.

Polisi menyimpulkan tuduhan itu palsu dan sebagian besar bukti merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).

>>> Mimin dan Alcatel-Lucent Enterprise Integrasikan AI di Perhotelan APAC

Bukti Manipulatif dan Rekayasa AI

Korea JoongAng Daily pada Kamis (21/5) melaporkan bahwa tangkapan layar obrolan KakaoTalk dan berkas audio yang disebarkan Kim Se-eui, pengelola saluran YouTube Hoverlab, adalah hasil manipulasi.

Nama dalam log obrolan sengaja diubah untuk mengidentifikasi Kim Soo-hubin sebagai lawan bicara, sementara audio direkayasa menggunakan teknologi AI.

Dalam surat perintah penangkapan Kim Se-eui, polisi menegaskan ia menyebarkan klaim palsu demi keuntungan ekonomi, termasuk pendapatan dari YouTube, meski tahu informasi itu tidak benar.

"Tersangka menyebarkan informasi palsu dengan niat mencemarkan nama baik Kim Soo-hyun, meskipun ia sepenuhnya sadar bahwa sang aktor tidak pernah menjalin hubungan dengan mendiang sejak masih di bawah umur," bunyi dokumen polisi.

Investigasi menemukan bahwa pesan KakaoTalk yang dirilis Kim Se-eui pada Maret 2025 sebagai bukti hubungan adalah hasil rekayasa.

Tahun lalu, Kim Se-eui menerima 11 tangkapan layar percakapan 2016 antara mendiang aktris dan "orang tak dikenal" dari anggota keluarga Kim Sae-ron.

Polisi menyebut Kim Se-eui mengeditnya di tujuh bagian, termasuk mengubah nama rekan bicara menjadi "Kim Soo-hyun."

KakaoTalk sering menampilkan profil sebagai "orang tak dikenal" jika akun telah dihapus atau diblokir.

"Tersangka mengetahui bahwa identitas rekan bicara tersebut belum dikonfirmasi, namun tetap mengunggah materi yang dimanipulasi agar terlihat seolah-olah keduanya benar-benar saling berbicara," kata polisi.