Selain itu, rekaman suara mendiang aktris yang dirilis pada Mei 2025 juga dipastikan sebagai hasil rekayasa AI.

>>> Huawei Salurkan 75 Hewan Kurban untuk Masjid di 10 Kota Indonesia

Pengacara Keluarga Jadi Tersangka

Penyidik telah menetapkan pengacara keluarga mendiang Kim Sae-ron sebagai tersangka terpisah karena diduga menyerahkan materi tersebut dan terlibat penyebaran informasi palsu secara terorganisasi.

Menanggapi hal ini, pengacara Kim Soo-hyun, Ko Sang-rok, mengatakan mereka tidak pernah mengajukan laporan terhadap pengacara keluarga mendiang.

"Tampaknya penyidik menemukan bukti konspirasi dan menjadikan pengacara tersebut sebagai tersangka," ujar Ko Sang-rok.

"Sangat tidak biasa bagi seorang pengacara yang awalnya bertindak sebagai penasihat hukum tersangka kemudian diakui sebagai kaki tangan dan diubah statusnya menjadi tersangka sendiri."

Polisi menyatakan perbuatan Kim Se-eui telah meruntuhkan basis sosial serta aktivitas ekonomi Kim Soo-hyun di berbagai lini, sekaligus menghancurkan fondasi karier profesionalnya.

"Dengan sang aktor yang saat ini masih menerima perawatan psikiatris, penyebaran informasi palsu lebih lanjut oleh tersangka dapat menyebabkan kerugian serius dan tidak dapat diperbaiki," ungkap pihak kepolisian.

Kim Se-eui membantah pengajuan surat perintah penangkapan dan menyebutnya sebagai upaya menghalangi kegiatan liputannya.

Ia mengklaim berencana melakukan pelaporan tambahan mengenai kasus kejahatan seksual yang melibatkan seorang politisi di Hanoi, Vietnam.

Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul telah resmi mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Kim Se-eui pada Rabu (20/5) atas dugaan pelanggaran Undang-Undang tentang Kasus Khusus Mengenai Hukuman Kejahatan Seksual, terkait pembuatan dan penyebaran rekaman ilegal.

>>> Sejam General Sale, Tiket Tribun The Weeknd Jakarta Ludes

Sidang peninjauan surat perintah penangkapan dijadwalkan pada Selasa pekan depan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul.