Pengakuan salah satu korban dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama Kyai Ashari di Pati kembali menjadi sorotan publik.

Korban menceritakan pengalaman selama berada di lingkungan pondok pesantren dan mengungkap cara pelaku membangun kedekatan sebelum melakukan dugaan pelecehan.

Keterangan tersebut disampaikan dalam perbincangan di kanal YouTube Denny Sumargo dan kemudian ramai dibahas di media sosial.

Korban Mengaku Awalnya Tidak Curiga

Menurut pengakuan korban, selama tiga tahun berada di pondok pesantren dirinya tidak merasakan perlakuan mencurigakan dari pelaku.

Korban menyebut Kyai Ashari dikenal baik dan lebih sering memberikan ceramah dibanding mengajar langsung di pesantren.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaku tidak memiliki tempat tinggal tetap di area pondok dan kerap berpindah tempat untuk beristirahat.

“Kalau ngobrol ya soal ngaji dan belajar,” ujar korban saat menceritakan awal interaksi dengan pelaku.

Modus Disebut Dilakukan Bertahap

Korban mengungkap bahwa pendekatan dilakukan secara perlahan sehingga dirinya tidak langsung merasa ada hal yang janggal.

Awalnya, korban diminta membantu memijat. Setelah itu, interaksi disebut berkembang menjadi tindakan fisik lain yang dianggap biasa di lingkungan ndalem pesantren.

Korban mengatakan perilaku tersebut awalnya tidak menimbulkan kecurigaan karena santriwati yang membantu di ndalem memang terbiasa dekat dengan pengasuh pondok.

Selain itu, pelaku juga disebut sering mengajak santriwati mengikuti kegiatan ziarah dan shalawat.

Pada beberapa kesempatan, korban mengaku diminta menemani tidur dalam satu kamar saat kegiatan berlangsung.

Dalih Penyembuhan dan Ajaran Guru Toriqoh

Menurut korban, setelah hubungan kedekatan terbangun, pelaku mulai menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan merupakan bagian dari ajaran guru toriqoh.

Korban mengaku diberi penjelasan bahwa dirinya memiliki penyakit hati seperti iri, dengki, dan fitnah yang disebut bisa disembuhkan dengan cara tertentu.