Polisi Pasang Garis di Daycare Little Aresha Jogja, Google Maps Sempat Hilang Usai Dugaan Kekerasan Anak
Dugaan kekerasan terhadap balita di tempat penitipan anak Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, mencuat setelah unggahan di media sosial memicu perhatian publik pada Jumat (24/4) malam. Lokasi tersebut diketahui telah dipasangi garis polisi.
Informasi awal beredar melalui unggahan di platform Threads sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam unggahan itu disebutkan adanya keramaian di area daycare hingga pemasangan police line, yang kemudian memancing respons luas dari warganet.
Dalam waktu singkat, unggahan tersebut dipenuhi ratusan komentar serta lebih dari seribu tanda suka. Sejumlah pengguna turut membagikan tautan lokasi daycare di Google Maps.
Google Maps Sempat Dipenuhi Ulasan
Saat masih dapat diakses, halaman Google Maps Little Aresha ramai dengan ulasan warganet. Beberapa di antaranya menyertakan foto yang memperlihatkan pemasangan garis polisi di lokasi.
Namun tidak lama berselang, halaman tersebut tidak lagi bisa diakses. Perubahan ini terjadi setelah aktivitas pengguna meningkat tajam dalam waktu singkat.
Daycare tersebut tercatat beralamat di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan. Hingga Jumat malam, garis polisi masih terpasang di area tersebut.
Wali Murid Ungkap Anak Ketakutan
Salah satu wali murid yang ditemui di lokasi menyampaikan kondisi anak yang menunjukkan ketakutan saat hendak dititipkan di tempat tersebut.
“Anaknya takut untuk masuk. Mukanya terlihat takut. Sempat bilang, miss-nya galak-galak,” ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi pada Jumat malam.
Pengakuan tersebut menambah kekhawatiran di tengah beredarnya dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak di dalam daycare.
Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga saat ini, pihak pengelola Little Aresha belum memberikan klarifikasi atas isu yang berkembang.
Pihak kepolisian juga masih melakukan penelusuran dan belum menyampaikan keterangan resmi terkait dugaan kekerasan tersebut.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, sementara masyarakat menunggu kejelasan informasi dari pihak berwenang.
Update Terbaru
Google Tepat Perketat Sideloading di Android Demi Keamanan
Jumat / 24-07-2026, 21:30 WIB
Cara Mudah Menabung Emas Digital lewat Aplikasi Pegadaian Digital yang Aman Tahun 2026
Jumat / 24-07-2026, 21:30 WIB
Pesawat Amfibi Jatuh di Washington, Semua Penumpang Selamat
Jumat / 24-07-2026, 21:29 WIB
Sahabat Nolan Wells Sebut Horn Island Sangat Berbahaya
Jumat / 24-07-2026, 21:29 WIB
RI Bangun Kapal Produksi Migas Terbesar di ASEAN, Gunakan 145 Ribu Ton Baja
Jumat / 24-07-2026, 21:29 WIB
PWI Siak Desak Polres Tuntaskan Penyidikan Kekerasan terhadap Jurnalis
Jumat / 24-07-2026, 21:29 WIB
Reformasi BGN: Rasionalisasi Anggaran dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Jumat / 24-07-2026, 21:28 WIB
Penumpang Kereta Tembus 46,96 Juta, Asuransi Perjalanan Makin Diminati
Jumat / 24-07-2026, 21:28 WIB
Stephen Chow Tak Punya Anak, Warisan Rp 5,3 T untuk Aktris Cantik Ini
Jumat / 24-07-2026, 21:28 WIB
DFSK E5 Plus Raih 1.100 Pre-Booking Sebelum Harga Resmi Diumumkan
Jumat / 24-07-2026, 21:28 WIB
Shindong Super Junior Bergabung dengan Jeon Hyun Moo dalam Petualangan Kuliner di Hapcheon
Jumat / 24-07-2026, 21:08 WIB
Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun dari Rilis Perdana Panda Bond
Jumat / 24-07-2026, 21:08 WIB
Rekor Baru, Timnas Indonesia Diperkuat 11 Pemain Naturalisasi di Piala AFF 2026
Jumat / 24-07-2026, 21:07 WIB
7 Makanan Favorit Yunani Kuno Seperti di Film The Odysseus
Jumat / 24-07-2026, 21:07 WIB







