Nama Syekh Ahmad Al Misry kembali menjadi perhatian setelah muncul berbagai pertanyaan publik terkait dugaan kasus yang menyeret dirinya. Salah satu hal yang banyak dipertanyakan adalah keberadaan rekaman CCTV yang disebut-sebut bisa menjadi bukti penting.

Hingga kini, belum ada rekaman CCTV yang dipublikasikan secara resmi ke publik. Informasi yang beredar masih sebatas spekulasi yang berkembang di media sosial.

Laporan Masuk ke Bareskrim Sejak 2025

Kasus ini berawal dari laporan dugaan pelecehan yang diajukan ke Bareskrim Polri pada 28 November 2025. Proses penyelidikan disebut masih berjalan hingga April 2026.

Dalam laporan tersebut, disebutkan dugaan korban merupakan santri yang pernah belajar kepada yang bersangkutan.

Seiring waktu, berbagai narasi bermunculan, termasuk dugaan modus yang dikaitkan dengan janji pendidikan ke luar negeri. Namun, seluruh informasi tersebut masih dalam proses pembuktian.

Belum Ada Bukti CCTV yang Dirilis

Pertanyaan soal rekaman CCTV terus muncul di tengah masyarakat. Namun hingga saat ini, baik pihak pelapor maupun pihak yang dilaporkan belum menunjukkan bukti visual tersebut ke publik.

Dalam klarifikasinya, Syekh Ahmad justru meminta pihak yang menuduh untuk menghadirkan bukti konkret.

“Saya minta kepada pihak yang menyebarkan tuduhan untuk mendatangkan bukti walaupun satu video,” ujarnya dalam pernyataan melalui akun media sosialnya.

 

Klarifikasi: Sudah di Mesir Sebelum Isu Ramai

Syekh Ahmad menjelaskan dirinya telah berada di Mesir sebelum kasus ini ramai dibicarakan. Ia menyebut keberangkatannya dilakukan pada 15 Maret 2026 dan tiba sehari setelahnya.

Tujuan perjalanan tersebut, menurut penjelasannya, untuk mendampingi ibunya yang menjalani operasi.

Ia juga menegaskan bahwa kepergiannya tidak berkaitan dengan upaya menghindari proses hukum.