Presiden Prabowo Subianto meresmikan alat utama sistem persenjataan terbaru untuk TNI Angkatan Udara berupa jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation.

Serah terima secara simbolis pesawat jet dari pabrikan Perancis tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Senin (18/5/2026).

>>> Jeff Bezos Sebut AI Bawa Era Kelimpahan, Menuai Kritik Tajam Terkait PHK Amazon

Indonesia telah memesan total 42 unit Rafale melalui tiga tahap kontrak yang dimulai sejak 2022. Pengiriman perdana pesawat tempur omnirole ini dijadwalkan mulai berlangsung pada tahun 2026.

Seluruh unit jet tempur pesanan Indonesia dibangun menggunakan standar F4.

Generasi terbaru yang dikembangkan Dassault Aviation ini menawarkan peningkatan performa, konektivitas, serta ketahanan tempur dibandingkan versi pendahulunya seperti F1, F2, F3, dan F3R.

Pengembangan standar F4 tidak mengubah bentuk dasar atau fungsi utama pesawat sebagai multirole fighter. Pembaruan berfokus pada sektor avionik, sistem persenjataan modern, serta pemutakhiran arsitektur digital pesawat.

Arsitektur perangkat lunak pada varian F4 mengintegrasikan sistem data fusion canggih serta antarmuka manusia-mesin yang lebih optimal.

Konektivitas jet ini didukung jaringan secure cloud guna mempermudah operasi bersama lintas domain di medan tempur.

Sektor avionik Rafale F4 mengandalkan radar Thales RBE2 AESA yang memiliki kemampuan mendeteksi ancaman berprofil rendah pada jarak yang lebih jauh.

>>> Jeff Bezos: Investasi Besar AI Justru Dorong Kemajuan Teknologi

Sistem Front Sector Optronics juga ditambahkan untuk mendukung deteksi pasif di area peperangan elektronik.

Sistem pertahanan udara pesawat dilengkapi dengan SPECTRA electronic warfare suite yang mengombinasikan radar warning receiver, jammer, serta decoy dispenser.

Komponen ini memberikan perlindungan menyeluruh dari berbagai ancaman siber dan jamming musuh.

Dapur pacu Rafale F4 digerakkan oleh dua mesin Safran M88 yang dirancang efisien dalam penggunaan bahan bakar.

Mesin ini dioptimalkan agar tahan terhadap iklim tropis yang lembap serta lingkungan maritim korosif seperti karakteristik wilayah Indonesia.

Sistem penggerak tersebut memiliki waktu rata-rata sebelum overhaul yang lebih tinggi dibandingkan jet tempur lama TNI AU seperti Flanker dan Hawk.

>>> Awal Mula Masha Berteman dengan Beruang di Serial Animasi Populer

Karakteristik ini diklaim mampu menekan biaya pemeliharaan armada secara signifikan.