Jeff Bezos: Investasi Besar AI Justru Dorong Kemajuan Teknologi
Pendiri Amazon Jeff Bezos menyatakan bahwa kekhawatiran terkait potensi gelembung atau bubble di sektor kecerdasan buatan (AI) tidak perlu dibesar-besarkan.
Dalam wawancara dengan CNBC pada Rabu (20/5/2026), Bezos menilai aliran dana investasi berskala besar justru akan mempercepat kemajuan inovasi teknologi AI dalam jangka panjang.
>>> Awal Mula Masha Berteman dengan Beruang di Serial Animasi Populer
Penggelontoran dana oleh korporasi raksasa seperti Amazon, Microsoft, dan Google untuk membangun infrastruktur membuat total investasi AI global diproyeksikan menembus 700 miliar dolar AS pada tahun ini.
"Bahkan jika ternyata ini memang sebuah bubble, Anda tidak perlu khawatir karena bubble itu mendorong investasi dan banyak dari investasi tersebut pada akhirnya akan sangat sehat," ujar Bezos.
Antusiasme pasar yang masif membuat hampir seluruh proyek AI memperoleh pendanaan, termasuk untuk ide-ide yang belum terbukti berhasil.
Kondisi ini terjadi di tengah valuasi OpenAI yang kini melampaui 850 miliar dolar AS setelah keberhasilan ChatGPT. CEO OpenAI Sam Altman sempat mengingatkan potensi antusiasme berlebih dari investor.
"Ini terjadi karena investor saat ini belum belajar membedakan ide bagus dan ide buruk, dan itu tidak masalah, karena ide bagus akan menutupi kerugian dari semua yang gagal," kata Bezos.
>>> Samsung dan Google Luncurkan Kacamata Pintar Berbasis AI
Ia membandingkan siklus pendanaan ini dengan gelembung industri bioteknologi pada dekade 1990-an. Meskipun banyak investor merugi, inovasi penting tetap lahir bagi masyarakat luas.
"Banyak investor kehilangan uang pada beberapa hal, tetapi kita tetap bisa menikmati obat-obatan penyelamat nyawa yang berhasil ditemukan saat itu," ujar Bezos.
Saat ini, pengembangan teknologi AI oleh Bezos berfokus melalui Amazon, Blue Origin, serta startup baru bernama Project Prometheus yang diluncurkan sejak November lalu dengan pendanaan 6,2 miliar dolar AS.
Startup yang dipimpin bersama mantan eksekutif Google X, Vik Bajaj, ini mengembangkan model AI untuk sektor fisik seperti manufaktur, rekayasa teknik, dan desain obat melalui sistem artificial general engineer.
>>> Jadwal Film 21 Mei 2026: Tayangan Seru di ANTV, GTV, Trans TV, dan Indosiar
"Ini adalah ide besar tersendiri, dan Prometheus bisa mendapatkan fokus yang jauh lebih besar dengan menjadi perusahaan yang terpisah," kata Bezos.
Update Terbaru
Shohei Ohtani Kembali ke Lineup Dodgers Setelah Cedera Bisep
Senin / 06-07-2026, 07:36 WIB
MP Materials Percepat Integrasi Vertikal di Tengah Lonjakan Permintaan Logam Tanah Jarang
Senin / 06-07-2026, 07:35 WIB
NASCAR Hukum McDowell dan Larson Gagal Inspeksi Teknis
Senin / 06-07-2026, 07:35 WIB
Bubba Wallace Tampilkan Skema Space Jam di Chicagoland Speedway
Senin / 06-07-2026, 07:35 WIB
RBFA Kaget Balogun Bisa Main di AS vs Belgia Usai Kartu Merah
Senin / 06-07-2026, 07:35 WIB
Hope dan Greaves Selamatkan West Indies dari Kejaran Sri Lanka
Senin / 06-07-2026, 07:33 WIB
Lepas Misbud 2026, Menbud Tegaskan Peran Generasi Muda dalam Budaya RI
Senin / 06-07-2026, 07:33 WIB
Nenek 101 Tahun Masih Aktif Zumba, Ini Rahasia Panjang Umurnya
Senin / 06-07-2026, 07:33 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin: Empat Indikator Kesehatan Ini Wajib Dipantau
Senin / 06-07-2026, 07:28 WIB
Netanyahu Klaim Desa Kristen di Lebanon Minta Dicaplok Israel
Senin / 06-07-2026, 07:28 WIB
Resmi: Kick Off Meksiko vs Inggris Diundur 1 Jam
Senin / 06-07-2026, 07:28 WIB
BRIDA Surabaya Olah Sampah Plastik Mangrove Jadi Bahan Bakar Nelayan
Senin / 06-07-2026, 07:23 WIB
Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 yang Bakal Muncul di GIIAS 2026
Senin / 06-07-2026, 07:23 WIB
Link Live Streaming Meksiko vs Inggris di 16 Besar Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 07:23 WIB







