Pelaku Usaha Angkutan Barang Harap Distribusi Biosolar Subsidi Tepat Sasaran
Di tengah kenaikan harga solar, pelaku usaha angkutan barang berharap distribusi biosolar subsidi tetap tepat sasaran, khususnya untuk sektor logistik.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, mengatakan pengusaha angkutan barang pada dasarnya tidak mempermasalahkan penyesuaian harga solar oleh pemerintah.
>>> Honda Catat Kerugian Besar Pertama Akibat Transisi ke Kendaraan Listrik
Namun, dampak kenaikan harga bahan bakar akan sangat terasa terhadap biaya logistik dan berpotensi memicu kenaikan harga barang di masyarakat.
“Kalau kita, sebetulnya pengusaha angkutan barang ini tidak masalah kalau harga solar dinaikkan,” kata Gemilang di acara Munas Aptrindo III di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Gemilang menjelaskan bahwa biaya bahan bakar memiliki porsi sangat besar dalam operasional truk angkutan barang. Perubahan harga biosolar akan langsung memengaruhi ongkos distribusi logistik.
“Tetapi yang kita dipikirkan adalah bahan bakarnya dinaikkan karena komposisi bahan bakar terhadap operasional ini hampir 30-40 persen.
Maka dampaknya adalah pengguna jasa, pengguna jasa atau masyarakat kenaikan barang, ini yang dikhawatirkan,” kata dia.
Menurut dia, pemerintah dan pelaku usaha saat ini telah berdiskusi terkait mekanisme distribusi bahan bakar subsidi untuk sektor logistik agar tetap terjaga.
>>> BYD Siapkan Peluncuran SUV Denza B5 Setir Kanan di Indonesia
“Sehingga kami kemarin sudah ada diskusi dengan BPH Migas bahwa untuk (angkutan) logistik tetap akan mendapatkan bahan bakar yang baik melalui satu sistem yang khusus untuk kita,” kata Gemilang.
Melalui skema tersebut, pengusaha berharap kendaraan angkutan logistik tetap memperoleh akses biosolar subsidi sesuai kebutuhan operasional. Dengan demikian, distribusi barang tidak terganggu.
Gemilang juga menyoroti perbedaan harga yang sangat jauh antara biosolar subsidi dengan bahan bakar diesel non subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat penyaluran subsidi harus benar-benar diawasi agar tepat sasaran.
“Karena sekarang harga biosolar ini kan Rp 6.800, sedangkan harga BBM Dexlite itu Rp 20.000- Rp. 30.000, ini jauh sekali.
>>> Pembeli Mobil Pertama Jadi Penopang Penjualan Daihatsu di Indonesia
Sehingga ini harus dipastikan bahwa solar subsidi ini tepat sasaran,” kata Gemilang.
Update Terbaru
Indonesia Koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk Bebaskan WNI yang Disergap Israel
Kamis / 21-05-2026, 14:05 WIB
DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas 2026, Fokus pada Tata Kelola Digital
Kamis / 21-05-2026, 14:04 WIB
ILUNI UI Resmi Luncurkan UI Half Marathon 2026, Targetkan 7.000 Pelari
Kamis / 21-05-2026, 14:04 WIB
Kebangkitan Bersejarah Knicks di Kuarter Keempat, Kalahkan Cavaliers 115-104
Kamis / 21-05-2026, 14:03 WIB
Victor Wembanyama Soroti Kesalahan Spurs Usai Kalah dari Thunder
Kamis / 21-05-2026, 14:03 WIB
HMD Global Luncurkan Nokia G42 5G yang Bisa Diperbaiki Sendiri
Kamis / 21-05-2026, 14:03 WIB
7 Bioskop Termurah di Surabaya Lengkap Jadwal Film 21 Mei 2026
Kamis / 21-05-2026, 13:59 WIB
D'Masiv Ganti Logo dan Resmi Jadi Band Independen
Kamis / 21-05-2026, 13:58 WIB
Kalista Group: Logistik Paling Cepat Adopsi Kendaraan Listrik di Indonesia
Kamis / 21-05-2026, 13:58 WIB
Westlife Gelar Konser Stadium Show di Jakarta Januari 2027
Kamis / 21-05-2026, 13:58 WIB
Gamer Unduh File Palsu GTA VI Early Access Berujung Kerusakan PC
Kamis / 21-05-2026, 13:55 WIB
Jalen Williams Cedera Hamstring, Thunder Samakan Kedudukan
Kamis / 21-05-2026, 13:53 WIB
Mark Zuckerberg Pastikan Meta Tidak Lakukan PHK Massal Lagi Tahun Ini
Kamis / 21-05-2026, 13:53 WIB
Telkomsat Hadirkan Community Gateway Wamena Perkuat Internet Papua Pegunungan
Kamis / 21-05-2026, 13:53 WIB






