Grup musik Black Horses resmi meluncurkan album ketiga mereka yang diberi judul Jahanam.

Album ini memuat sembilan lagu dan diproduksi di bawah naungan Firefly Records, anak perusahaan Musica Studios.

>>> Ustaz Solmed Siapkan Empat Ekor Sapi untuk Kurban Idul Adha

Band yang digawangi Oscario (vokal), Kevin Indriawan (gitar), Lucky Azhary (bass), dan Julian Aditya (drum) ini menghadirkan pembaruan.

Jahanam menjadi proyek perdana Black Horses yang seluruh lirik lagunya menggunakan bahasa Indonesia.

Proses kreatif album ini melibatkan John Paul Patton atau Coki dari Kelompok Penerbang Roket sebagai produser.

Kehadiran Coki memberikan sentuhan baru dalam konseptualisasi musik dan menyuntikkan pesan satir ke dalam lirik.

Sebelum album penuh dirilis, Black Horses telah melepas dua lagu perkenalan, yaitu Tirani Tua dan Distorsi Menggema.

Enam lagu baru lainnya melengkapi daftar putar di album Jahanam.

>>> Pagelaran Sabang Merauke 2026 Angkat Kisah Perempuan Nusantara

Lagu berjudul Jejak Waktu dipilih sebagai trek andalan dalam album ini.

Bagi para pendengar setia, Jejak Waktu menjadi penanda penting dalam fase pendewasaan musikalitas Black Horses.

"Album ini adalah bentuk respons bagi para Kusir (fans) dan pendengar kami untuk bisa lebih relate dengan apa yang kami rasakan belakangan ini, terutama situasi yang terjadi di sekitar kita," ujar Oscar.

Dari sisi musikal, Jahanam dikonsep untuk menonjolkan energi pertunjukan langsung sebuah band.

Format ini memberikan kebebasan bagi penonton untuk meresapi emosi saat menyaksikan penampilan Black Horses di atas panggung.

Pendekatan lirik dalam album ini dirancang secara personal, tanpa menceramahi pendengar, melainkan fokus berbagi rasa dan pengalaman.

>>> WOODZ Cetak Sejarah, Drowning Bertahan 71 Minggu di Top 10 Melon

Seluruh materi dalam album Jahanam kini sudah bisa dinikmati melalui berbagai platform streaming musik digital.