Ilmuwan China Kembangkan Jiuzhang 4.0, Komputer Kuantum Tercepat di Dunia
Ilmuwan China berhasil mengembangkan prototipe komputer kuantum tercepat di dunia bernama Jiuzhang 4.0. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Nature pada Rabu.
Mesin mutakhir tersebut mampu menyelesaikan persoalan matematika rumit hanya dalam waktu 25 mikrodetik.
>>> Linknet dan EJIP Perluas Kerja Sama, Terapkan CCTV Berbasis AI di Kawasan Industri
Kecepatan ini melampaui superkomputer El Capitan buatan Amerika Serikat yang membutuhkan waktu lebih dari 10 pangkat 42 tahun untuk soal yang sama.
Teknologi Fotonik dan Efisiensi Tinggi
Jiuzhang 4.0 beroperasi menggunakan teknologi fotonik, yaitu pemrosesan informasi melalui manipulasi foton atau partikel cahaya.
Berbeda dari komputer biasa yang menggunakan bit, komputer kuantum memanfaatkan qubit yang dapat berada pada kondisi 0 dan 1 secara bersamaan.
Kemampuan qubit memungkinkan komputer kuantum menghitung banyak kemungkinan sekaligus. Hal ini membuatnya sangat cepat untuk tugas-tugas tertentu.
Untuk mengatasi risiko penurunan kemampuan hitung akibat hilangnya foton, tim dari University of Science and Technology of China mengembangkan sumber cahaya baru.
Para peneliti menerapkan sistem interferometer hibrida ruang-waktu yang memungkinkan foton berinteraksi dalam dimensi ruang dan waktu tanpa memperbesar ukuran perangkat.
Tim ilmuwan mengintegrasikan 1.024 medan optik ke dalam sirkuit dengan 8.176 mode.
Langkah ini menghasilkan efisiensi sumber cahaya mencapai 92 persen, sedangkan efisiensi keseluruhan sistem mencapai 51 persen.
Peningkatan Signifikan dari Generasi Sebelumnya
Jiuzhang 4.0 mampu memanipulasi dan mendeteksi hingga 3.050 foton. Jumlah ini melonjak tajam dari Jiuzhang 3.0 rilisan tahun 2023 yang hanya mencapai 255 foton.
China mencatatkan diri sebagai negara kedua di dunia yang mencapai keunggulan komputasi kuantum.
>>> Aplikasi Palsu CallPhantom di Google Play Tipu 7,3 Juta Pengguna Android
Update Terbaru
Pemerintah AS Klaim Amankan Empat Spesies Alien dari Puing UFO
Minggu / 17-05-2026, 22:18 WIB
GitLab Pangkas Karyawan demi Transformasi Teknologi Kecerdasan Buatan
Minggu / 17-05-2026, 22:13 WIB
Elon Musk Curi Perhatian dengan Ekspresi Jenaka di Jamuan Makan Malam Kenegaraan China
Minggu / 17-05-2026, 22:08 WIB
Elon Musk Sebut Instagram Aplikasi Khusus Perempuan, Tuai Kontroversi
Minggu / 17-05-2026, 22:03 WIB
Google Uji Coba Pembatasan Penyimpanan Gratis Gmail Akun Baru
Minggu / 17-05-2026, 21:58 WIB
Mantan Kontraktor AS Hapus 96 Database Federal Setelah Dipecat
Minggu / 17-05-2026, 21:53 WIB
Sam Altman Bantah ChatGPT Dirancang untuk Gantikan Pekerjaan Manusia
Minggu / 17-05-2026, 21:48 WIB
Mira Murati Kritik Keras Kepemimpinan Sam Altman di Sidang OpenAI
Minggu / 17-05-2026, 21:43 WIB
Menguak Sosok XFreeze, Pengagum Rahasia Nomor Satu Elon Musk di X
Minggu / 17-05-2026, 21:38 WIB
YouTube Ungkap Durasi Tonton Shorts di Televisi Tembus 2 Miliar Jam
Minggu / 17-05-2026, 21:33 WIB
Pemerintah Mulai Jalankan PP Tunas untuk Lindungi Anak di Ruang Siber
Minggu / 17-05-2026, 21:28 WIB
Claude AI Bantu Pemulihan Bitcoin Rp6,4 Miliar yang Terkunci 11 Tahun
Minggu / 17-05-2026, 21:23 WIB
Linknet dan EJIP Perluas Kerja Sama, Terapkan CCTV Berbasis AI di Kawasan Industri
Minggu / 17-05-2026, 21:13 WIB
Harga Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Bocor, Bikin Harga HP Mahal?
Minggu / 17-05-2026, 21:08 WIB






