Aplikasi Palsu CallPhantom di Google Play Tipu 7,3 Juta Pengguna Android
Sebanyak 28 aplikasi berbahaya bernama CallPhantom ditemukan di Google Play. Aplikasi ini menjanjikan akses riwayat panggilan, SMS, hingga log WhatsApp nomor telepon mana pun.
Penipuan digital ini telah menjerat lebih dari 7,3 juta unduhan. Para pelaku memanfaatkan rasa penasaran korban untuk meraup keuntungan finansial secara ilegal.
>>> Misteri Pengisi Suara Konser KPop Demon Hunters
Google telah mengambil tindakan tegas dengan menghapus seluruh aplikasi tersebut. Langkah ini dilakukan setelah menerima laporan dari mitra App Defense Alliance.
Target Korban di Kawasan Asia Pasifik
Peneliti keamanan siber dari ESET mendeteksi bahwa skema penipuan ini sangat terorganisir. Kasus ini pertama kali terungkap berdasarkan laporan di forum Reddit pada November 2025.
Aplikasi tersebut menjanjikan fitur pelacakan canggih. Namun, analisis teknis membuktikan bahwa data yang ditampilkan sepenuhnya palsu.
Program di dalamnya menghasilkan nomor telepon secara acak melalui sistem kode internal.
Sistem kemudian mencocokkan nomor acak tersebut dengan nama, waktu, serta durasi panggilan yang sudah tertanam dalam kode.
Target utama serangan ini adalah pengguna di India dan kawasan Asia Pasifik. Pengembang sengaja menggunakan kode negara India +91 untuk meyakinkan calon korban.
Para pelaku juga mengintegrasikan sistem pembayaran lokal UPI yang populer di wilayah tersebut. Strategi ini terbukti efektif dalam mengecoh jutaan pengguna.
Meskipun berbahaya, aplikasi ini justru memiliki antarmuka yang sangat sederhana. Pengembang sengaja tidak meminta izin akses sensitif yang mencurigakan agar lolos dari deteksi awal.
Skema Pembayaran Ilegal dan Risiko Kerugian
Peneliti menemukan tiga metode pembayaran berbeda yang digunakan oleh pengembang nakal ini.
Sebagian aplikasi mematuhi sistem langganan resmi Google Play Billing, namun sisanya menggunakan layanan pihak ketiga yang melanggar aturan.
Update Terbaru
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Picu Perdebatan soal AC
Kamis / 02-07-2026, 05:31 WIB
Bay Area Gelar Laga Knockout Bersejarah Timnas AS di Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 05:30 WIB
Belgium Waspadai Senegal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 05:30 WIB
Utah Mammoth Dapatkan Vincent Trocheck dari New York Rangers
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Friv Rekomendasikan Game Edukasi Terbaik untuk Melatih Kreativitas Anak
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Candy Crush Saga 2026: Tips, Trik, dan Cara Dapat Gold Bar Gratis
Kamis / 02-07-2026, 05:29 WIB
Pakar ITS Ungkap Tantangan Teknis Penerapan Biodiesel B50 di Indonesia
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Malik Beasley Ajukan Plea Not Guilty dalam Kasus Judi NBA
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Video Perlihatkan Momen Donald Trump dan Dana White Bersiap di Oval Office untuk UFC
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Lonzo Ball Bantah Klaim LaVar Soal Kepergian Tina
Kamis / 02-07-2026, 05:28 WIB
Taylor Swift Sewa Perusahaan Pembuat Set Film untuk Pernikahan di MSG
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
Tamu Undangan Taylor Swift Bocorkan Detail Pernikahan: Resepsi di MSG, Upacara di Tempat Lain
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
KPK Telusuri Aliran Uang Kasus Pelepasan Kawasan Hutan Bupati Kuansing
Kamis / 02-07-2026, 05:25 WIB
Kia Cetak Rekor Penjualan Juni dan Semester Pertama Tertinggi Sepanjang Sejarah
Kamis / 02-07-2026, 05:22 WIB






