Aplikasi Palsu CallPhantom di Google Play Tipu 7,3 Juta Pengguna Android
Ada pula aplikasi yang langsung menampilkan formulir pengisian data kartu kredit di dalam platform mereka.
Biaya langganan fiktif ini ditawarkan mulai dari €5 hingga US$80 atau sekitar Rp1,2 juta per tahun.
Korban yang membayar lewat jalur resmi Google masih memiliki peluang mendapatkan pengembalian dana.
>>> 5 Drama Korea Time Travel ke Era Modern seperti My Royal Nemesis
Namun, masalah besar muncul bagi korban yang melakukan pembayaran melalui formulir kartu kredit langsung atau pihak ketiga.
Dalam kondisi tersebut, Google tidak memiliki wewenang untuk membatalkan transaksi. Pengguna yang terjebak harus segera menghubungi bank atau penyedia layanan pembayaran untuk memblokir transaksi.
Peneliti ESET menemukan bahwa aplikasi CallPhantom menghasilkan nomor telepon secara acak melalui sistem kode internal.
Sistem kemudian mencocokkan nomor acak tersebut dengan nama, waktu, serta durasi panggilan yang sudah tertanam dalam kode, sehingga korban seolah-olah mendapatkan informasi nyata melalui tipuan visual.
Konteks tambahan
Aplikasi ini menjanjikan akses riwayat panggilan, SMS, hingga log WhatsApp nomor telepon mana pun kepada para penggunanya.
Aksi penipuan digital ini telah menjerat lebih dari 7,3 juta unduhan, seperti dikutip dari Gadget.
Pihak Google kini telah mengambil tindakan tegas dengan menghapus seluruh aplikasi tersebut dari platform mereka.
Langkah pemblokiran ini dilakukan setelah Google menerima laporan resmi dari mitra App Defense Alliance.
Also Read Aplikasi Mata Mata Palsu Tipu Jutaan Pengguna Android Peneliti keamanan siber dari ESET mendeteksi bahwa skema penipuan ini sangat terorganisir.
Kasus ini pertama kali terungkap berdasarkan laporan di forum Reddit pada November 2025 mengenai aplikasi bernama "Call History of Any Number".
Update Terbaru
Saksikan Live Streaming Balapan Utama MotoGP Catalunya 2026
Minggu / 17-05-2026, 23:03 WIB
SAP Luncurkan Autonomous Enterprise di SAP Sapphire 2026
Minggu / 17-05-2026, 22:53 WIB
PUBG Mobile Gandeng Ford, Hadirkan Mustang GTD dan F-150 Raptor R
Minggu / 17-05-2026, 22:53 WIB
Energizer Rilis Baterai Koin Lithium Aman untuk Anak
Minggu / 17-05-2026, 22:48 WIB
Unitree Robotics Luncurkan Robot Mecha GD01 Komersial Pertama di Dunia
Minggu / 17-05-2026, 22:43 WIB
Aplikasi Mata-Mata Palsu di Google Play Tipu Jutaan Pengguna Android
Minggu / 17-05-2026, 22:39 WIB
OpenAI Rilis ChatGPT Finance, Fitur Kelola Keuangan Pribadi
Minggu / 17-05-2026, 22:33 WIB
Peneliti Temukan Nagatitan chaiyaphumensis, Dinosaurus Terbesar di Asia Tenggara
Minggu / 17-05-2026, 22:28 WIB
Microsoft Tunda Proyek Data Center di Kenya Akibat Pasokan Listrik
Minggu / 17-05-2026, 22:23 WIB
Pemerintah AS Klaim Amankan Empat Spesies Alien dari Puing UFO
Minggu / 17-05-2026, 22:18 WIB
GitLab Pangkas Karyawan demi Transformasi Teknologi Kecerdasan Buatan
Minggu / 17-05-2026, 22:13 WIB
Elon Musk Curi Perhatian dengan Ekspresi Jenaka di Jamuan Makan Malam Kenegaraan China
Minggu / 17-05-2026, 22:08 WIB
Elon Musk Sebut Instagram Aplikasi Khusus Perempuan, Tuai Kontroversi
Minggu / 17-05-2026, 22:03 WIB
Google Uji Coba Pembatasan Penyimpanan Gratis Gmail Akun Baru
Minggu / 17-05-2026, 21:58 WIB






