Krisis Chip Memori Mulai Terasa di Indonesia 2026, Produsen China Tancap Gas Ekspansi
chip--
Dampak krisis chip memori global mulai dirasakan di Indonesia memasuki 2026. Kenaikan harga komponen ini berpotensi mendorong penyesuaian harga berbagai produk elektronik konsumen, termasuk ponsel dan laptop.
Sejumlah produsen perangkat mengakui tekanan tersebut. Beberapa pabrikan ponsel menyampaikan bahwa dinamika global memaksa perusahaan menyesuaikan harga jual di tahun ini.
Firma riset IDC menilai segmen ponsel berharga rendah akan menerima dampak paling besar. Margin yang tipis membuat produsen sulit menahan lonjakan biaya produksi.
Untuk segmen menengah hingga atas, perusahaan masih memiliki ruang penyesuaian. Salah satu strategi yang ditempuh adalah mengubah spesifikasi agar biaya tetap terkendali tanpa menaikkan harga terlalu tinggi.
Di lapangan, kenaikan harga chip memori terlihat jelas. Pantauan pada Januari 2026 menunjukkan harga DDR4 dan DDR5 melonjak tajam sejak akhir tahun lalu.
Seorang pedagang komponen di kawasan ITC Kuningan menyebut kenaikan harga terjadi sangat cepat. Dalam hitungan pekan, harga bisa naik berkali-kali hingga menembus dua kali lipat.
Kondisi serupa juga terjadi di China. Di kawasan Huaqianbei, Shenzhen, chip memori kini diperlakukan layaknya komoditas bernilai tinggi.
Pada Januari 2026, harga sepasang modul DDR5 berkapasitas 32 GB dilaporkan melonjak hingga sekitar lima kali lipat dibandingkan September 2025. Lonjakan ini disebut sebagai yang tertinggi dalam satu dekade terakhir oleh pelaku pasar setempat.