Negara ini juga menjadi yang pertama melalui sistem optik sejak pengembangan prototipe awal berkekuatan 76 foton pada 2020.

Teknologi kuantum kini resmi dimasukkan ke dalam Rencana Lima Tahun ke-15 China untuk periode 2026-2030. Teknologi ini dianggap sebagai industri masa depan dan bidang strategis yang perlu diperkuat.

Pencapaian ini menandai kemajuan besar China dalam persaingan teknologi komputasi kuantum global.

Jiuzhang 4.0 memanfaatkan sistem qubit yang dapat berada pada kondisi 0 dan 1 secara bersamaan, berbeda dari komputer biasa yang menggunakan bit.

Konteks tambahan

Mesin mutakhir tersebut mampu menyelesaikan persoalan matematika rumit hanya dalam waktu 25 mikrodetik, sebagaimana dilansir dari Selular berdasarkan laporan China Daily pada Jumat, 15 Mei.

Kecepatan Jiuzhang 4.0 melampaui superkomputer El Capitan buatan Amerika Serikat yang membutuhkan waktu lebih dari 10 pangkat 42 tahun untuk menyelesaikan soal matematika yang sama.

Also Read Unitree Robotics Luncurkan Robot Mecha GD01 Komersial Pertama di Dunia Pencapaian ini menandai kemajuan besar China dalam persaingan teknologi komputasi kuantum global dengan memanfaatkan sistem qubit yang dapat berada pada kondisi 0 dan 1 secara bersamaan.

Berbeda dari komputer biasa yang menggunakan bit, kemampuan qubit membuat komputer kuantum dapat menghitung banyak kemungkinan sekaligus sehingga sangat cepat untuk tugas-tugas tertentu.

Jiuzhang 4.0 beroperasi menggunakan teknologi fotonik, yang berarti pemrosesan informasi dilakukan melalui manipulasi dan pengendalian foton atau partikel cahaya.

>>> Misteri Pengisi Suara Konser KPop Demon Hunters

Also Read Cisco Rilis Universal Quantum Switch untuk Hubungkan Berbagai Komputer Kuantum Guna mengatasi risiko penurunan kemampuan hitung akibat hilangnya foton pada jaringan optik yang rumit, tim dari University of Science and Technology of China mengembangkan sumber cahaya baru.