Anwar Ibrahim: Dana Pensiun PNS Malaysia Rp852 M Jadi Korban eFishery
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa dana pensiun pegawai negeri sipil (PNS) Malaysia menjadi korban dugaan penipuan oleh startup akuakultur asal Indonesia, eFishery.
Dalam pernyataan tertulis kepada parlemen Malaysia, Anwar yang juga Menteri Keuangan menyebutkan bahwa Kumpulan Wang Persaraan Inc (KWAP) berinvestasi sebesar US$47,7 juta atau sekitar Rp852 miliar ke startup tersebut.
>>> Fakta dan Alasan Jabar Wacanakan Aktifkan Kembali SPP Sekolah
"Setelah penemuan tersebut, konsorsium investor, termasuk KWAP, telah mengambil langkah-langkah tegas, termasuk tindakan hukum, upaya pemulihan dana, peninjauan tata kelola internal, dan penguatan kontrol," tulis Anwar dalam pernyataan yang dipublikasi di situs web parlemen Malaysia, Kamis (16/7).
KWAP telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pemantauan investasi terkait eFishery. Temuan-temuan itu dipresentasikan kepada dewan direksi KWAP untuk diteliti dan didiskusikan secara rinci.
Pernyataan Anwar ini menjawab pertanyaan anggota parlemen Wong Chen mengenai tindakan terhadap anggota dewan direksi KWAP, Panel Investasi, dan manajemen senior terkait persetujuan dan pengawasan investasi di eFishery.
Anwar menjelaskan bahwa keputusan investasi di eFishery diambil melalui proses uji tuntas dan tata kelola yang telah ditetapkan berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, termasuk laporan keuangan yang diaudit dan diverifikasi oleh auditor yang terakreditasi secara internasional.
"Pada saat yang sama, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga telah melakukan uji tuntas independen untuk memastikan semua informasi yang diberikan lengkap dan kredibel sebelum menyetujui investasi tersebut," demikian pernyataan Anwar.
"Meski demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang disengaja karena manajemen eFishery telah memanipulasi laporan keuangan perusahaan," lanjutnya.
Anwar menambahkan bahwa investor institusional global terkemuka dan dana teknologi, termasuk Temasek, SoftBank, 42XFund, serta Northstar, juga mengalami kerugian dari eFishery, padahal seluruhnya memiliki proses penilaian investasi, tata kelola, dan pengendalian yang diakui secara internasional.
Update Terbaru
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB







