Ancaman Bom di SDN Jaksel: Keluarga Pelaku Diungsikan Akibat Tekanan Sosial
Kasus ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, tidak hanya berujung pada proses hukum terhadap pelaku.
Dampak sosial juga dirasakan oleh keluarganya.
>>> Kaki ASN BPN Putus Sebelum Tewas Jatuh dari Lantai 12 Apartemen
Istri dan dua anak tersangka, Maulana Yunus (34), kini telah diungsikan oleh keluarga. Anak pelaku juga sudah tidak bersekolah lagi di SD tersebut sejak kasus mencuat.
Keputusan Mengungsikan Keluarga
Ketua RT 03/RW 04 Gang Kidan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Anton Sianipar, mengatakan keputusan itu diambil untuk menghindari tekanan psikologis.
"Anak pelaku dan istrinya saat ini sudah tidak tinggal lagi di lingkungan RT 03 RW 04, sudah diungsikan pihak keluarga di rumah orang tua dari pihak perempuan," ujar Anton.
Menurut Anton, langkah tersebut dilakukan karena sorotan yang muncul setelah kasus teror bom.
"Dia setelah kejadian itu anak sama istri diungsikan dan anaknya itu sudah tidak bersekolah lagi di SDN Srengseng Sawah itu, jadi belum didampingi pihak kepolisian atau Komisi Perlindungan Anak," jelasnya.
Motif Pelaku karena Seragam
Polisi mengungkap bahwa Maulana Yunus nekat mengirim ancaman bom karena kecewa terhadap salah satu pihak sekolah.
>>> Isu Pendidikan Gibran Kembali Viral, Roy Suryo Pernah Klaim 99,9 Persen
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adiwibowo, mengatakan rasa kesal itu bermula dari persoalan seragam sekolah anaknya.
Beberapa hari sebelum ancaman dikirim, pelaku sempat menanyakan soal seragam anaknya kepada pihak sekolah. Namun, jawaban yang diterimanya justru membuat pelaku merasa tersinggung.
"Nanya dia (pelaku) masalah seragam. Jawabannya (pihak sekolah), 'Udah, nggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu,' gitu loh.
Jadi kayaknya merasa tersinggung," ujar Joko.
Dalam pemeriksaan, Maulana mengaku menyesali perbuatannya dan tidak pernah membayangkan ancaman tersebut akan memicu kepanikan luas. Meski demikian, kepolisian masih mendalami perkara dan tidak langsung menerima pengakuan pelaku.
>>> Caviar Rilis Edisi Terbatas Ponsel Messi dan Ronaldo dengan Lapisan Emas 24 Karat
Penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya motif lain di balik aksi teror yang sempat mengganggu kegiatan belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.
Update Terbaru
Pesta Gol Timnas Indonesia Berkat Aksi Impresif Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 01:22 WIB
Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Nissan Dayz Model Terbaru di Jepang Kini Semakin Aman Berkat Fitur Keselamatan
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB







