Rudal jelajah

  • Soumar (Kh-55) – jangkauan tidak diketahui
  • Hoveizeh – jangkauan sekitar 1.350 km
  • Ya Ali – jangkauan sekitar 700 km
  • Paveh – jangkauan sekitar 1.650 km

Roket peluncur satelit

  • Safir – jangkauan sekitar 2.100 km
  • Simorgh – jangkauan sekitar 4.000–6.000 km
  • Qased – jangkauan sekitar 2.200 km
  • Zuljanah – jangkauan sekitar 4.000–5.000 km
  • Ghaem-100 – jangkauan sekitar 3.000–4.000 km

Fokus serangan Iran di kawasan regional

Karena keterbatasan jangkauan tersebut, strategi militer Iran lebih difokuskan pada target yang berada di kawasan Timur Tengah.

Sasaran utama adalah fasilitas militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk serta wilayah Israel.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa serangan balasan terhadap target tersebut merupakan bentuk pembelaan terhadap kedaulatan negara.

“Membalas pembunuhan Khamenei dan pejabat senior lainnya adalah tugas dan hak sah negara ini,” ujar Pezeshkian.

Dalam praktiknya, Iran sangat bergantung pada kekuatan rudal karena tidak memiliki armada angkatan udara modern dalam jumlah besar.

Para analis menilai arsenal rudal Iran termasuk yang terbesar dan paling beragam di kawasan Timur Tengah.

Peran rudal jarak menengah

Rudal jarak menengah dengan jangkauan sekitar 1.500 hingga 2.500 kilometer menjadi komponen penting dalam strategi Iran.

Sistem seperti Shahab-3, Emad, Ghadr-1, serta Sejjil memungkinkan Iran menjangkau hampir seluruh wilayah Israel.

Selain itu, pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab juga berada dalam jangkauan sistem tersebut.

Rudal Sejjil mendapat perhatian karena menggunakan bahan bakar padat yang membuat proses peluncuran dapat dilakukan lebih cepat.

Iran juga memiliki rudal jelajah Soumar yang diperkirakan memiliki jangkauan hingga sekitar 2.500 kilometer.