Musim ketiga Jujutsu Kaisen diprediksi menjadi titik balik emosional bagi karakter Yuji Itadori. Fakta mengenai asal-usul keluarganya perlahan terungkap dan mengubah cara pandang penonton terhadap perjalanan sang protagonis sejak awal seri.

Jika sebelumnya Yuji dianggap remaja biasa yang bernasib sial karena menelan jari Sukuna, musim terbaru justru menegaskan bahwa takdirnya telah dirancang jauh sebelum ia lahir.

Jin Itadori dan Manipulasi Kenjaku

Sorotan utama mengarah pada Jin Itadori, ayah Yuji. Terungkap bahwa Jin memiliki hubungan dengan sosok yang sebenarnya dikendalikan oleh Kenjaku, penyihir kuno yang mampu berpindah tubuh.

Kenjaku diketahui mengambil alih tubuh Kaori Itadori, ibu Yuji, demi menjalankan rencananya. Dari hubungan tersebut, Yuji dilahirkan bukan sebagai anak biasa, melainkan sebagai wadah yang telah “disiapkan” untuk menampung Sukuna.

Pengungkapan ini menegaskan bahwa Yuji tidak pernah benar-benar memiliki pilihan. Keberadaannya sejak dalam kandungan telah menjadi bagian dari eksperimen besar yang dirancang untuk menciptakan penjara sempurna bagi Raja Kutukan.

Nasib Tragis Sang Ayah

Jin Itadori digambarkan sebagai sosok yang terjebak dalam cinta dan tidak menyadari sepenuhnya manipulasi yang terjadi. Setelah tujuan Kenjaku tercapai melalui kelahiran Yuji, keberadaan Jin nyaris tidak lagi dibahas secara rinci.

Ketiadaan informasi lanjutan memunculkan dugaan bahwa Jin mungkin disingkirkan setelah perannya selesai. Hal ini menambah lapisan tragedi dalam latar belakang Yuji yang tumbuh tanpa mengetahui kebenaran tentang orang tuanya.

Peringatan Kakek Wasuke yang Terabaikan

Kata-kata terakhir Wasuke Itadori di rumah sakit pada awal cerita kini mendapat makna baru. Sikap keras sang kakek terhadap Jin diyakini sebagai bentuk frustrasi karena gagal menyelamatkan anaknya dari pengaruh berbahaya.